Jumat, 25 September 2009

Budidaya Buah Naga [2]

Cara Budidaya yang Baik untuk Produktivitas

Buah naga mudah sekali tumbuh. Meski begitu, penerapan teknik budidaya yang baik menjadi kenicayaan agar tinggi produktivitasnya dan bagus kualitas buahnya sehingga memberikan keuntungan optimal. Untuk itu, serangkaian proses mesti dilalui, meliputi penyiapan lahan dan perlengkapan tanam, penyiapan bibit, penanaman, pemupukan, pembumbunan, penyiraman, pemberantasan hama dan penyakit, pemangkasan, dan seleksi bunga dan buah.


Ada 2 sistem budidaya, menurut Tulus Subagyo. Yakni, sistem tunggal dan sistem jemuran (ganda). Dua sistem ini punya kesamaan, yakni pemakaian pilar beton untuk menyangga tanaman karena buah naga merambat. Dalam sistem tunggal, pilar ditanam sedalam 30 cm. Ukuran pilar adalah tinggi 2 m, bersisi, dan lebar tiap sisi 10—15 cm. Tiap sisi ditanam 1 bibit yang disiapkan lewat setek. Sehingga, untuk 1 pilar ditanam 4 bibit. Di atas pilar diberi ban yang disilang besi cor.

Dalam sistem ganda, dibuat bedeng berukuran panjang 4 m, lebar 1,5 m, dan tinggi 40 cm. Jarak tanam antarpilar 2 m. Tanaman dibuat berhadapan. Jarak antarbibit 30 cm. Tiap 1 bedeng ditanami 26 bibit. ’’Sistem ini lebih irit dan bisa menampung bibit lebih banyak,’’ kata Tulus.

Pupuk
Pupuk sangat penting karena buah naga rakus nutrisi. Jika kekurangan pupuk, batang akan kecil. Akibatnya, produksi terganggu. Pemupukan buah naga dilakukan saat awal tanam, sebelum setek terlalu besar.

Selanjutnya, tiap 3 bulan sekali hingga akhir produksi (15 - 20 tahun), tanaman dipupuk dengan kotoran sapi/kambing per tiang 30 kg. Kemudian, untuk merangsang bunga, menjelang pembumbunan sekitar Agustus - September, ditambahkan unsur fospor dan kalium organik 2 kali/bulan selama 2 bulan.
Saat berbuah, pupuk kandang tetap diberikan 2 minggu sekali. Pembumbunan tanah dilakukan untuk merangsang pertumbuhan akar di punggung batang. Ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan.

Penyiraman
Tanaman buah naga sangat memerlukan air, tapi tidak boleh terendam karena akan menyebabkan batang busuk. Penyiraman dilakukan hanya jika tanah kering. Hanya saja, pada 10 hari pertama tanam, perlu dilakukan penyiraman secara ekstraintensif dengan cara mengocorkan air ke lubang tanam sebanyak 5 liter per 2 lubang tanam.

Hama & Penyakit
Hama dan penyakit ganas jarang ditemukan. Paling banter hanya yang menggigit bakal buah sehingga cacad. Saat awal tumbuh, semut, belalang, atau bekicot biasanya memakan tunas muda dan mengisap cairannya. Ini berakibat pertumbuhan stagnan selama 1 bulan sebelum tumbuh lagi. Karena itu, pangkas tunas yang terserang. Maka, proses tumbuh tunas baru sekitar 3 minggu lebih cepat. Hewan pengganggu itu diatasi dengan insektisida.

Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan saat tanaman berusia 7 bulan. Yang dipangkas adalah bagian ujung atas tunas-tunas baru. Ini dilakukan untuk merangsang bunga. Pemangkasan juga dilakukan setiap 2 minggu. Yang dipangkas adalah tunas-tunas di pangkal tanaman. Semua dibuang, kecuali calon sulur buah.

Seleksi Bunga & Buah
Setelah 7 - 9 bulan, bunga yang akan jadi buah bermunculan. Agar buah besar, bunga perlu diseleksi. Pada 1 sulur hanya dipertahankan 1 - 3 buah. Caranya, rompes bunga ukuran kecil dan yang cepat mekar. Bunga yang kecil dan bunga yang cepat mekarnya biasanya menghasilkan buah yang kecil.

Bagaimana jika ukuran bunga seragam? Pilih bunga yang di ujung sulur karena relatif lebih banyak mendapatkan hara. [KUSWINARTO]


Potensial Jadi Produk Olahan yang Menyehatkan

Buah naga memang enak dikonsumsi dalam kondisi segar (fresh). Namun, tidak menutup kemungkinan jika dibuat makanan/minuman, olahan buah ini bisa menjadi komoditas yang memiliki nilai jual tinggi.

Buah naga tidak saja enak dikonumsi, tetapi juga mengandung khasiat yang dapat menyembuhkan banyak penyakit. Manfaat bagi kesehatan ini saja sudah menjadikan buah naga berpotensi dijadikan produk olahan sebagaimana banyak buah-buahan lain yang telah dijadikan berbagai macam produk olahan.

Keterangan Dokter

Menurut dr. Ira Setya Waty Subagyo, istri Tulus Subagyo, buah naga memiliki banyak kegunaan bagi kesehatan karena dalam daging buahnya terkandung protein, fat, crude fiber atau serat, beta carotene, kalsium, zat besi, vitamin B1, vitamin C, dan ribofvlavin.

Dijelakan Ira, Protein penting untuk pertumbuhan sel tubuh selain mempercepat proses penyembuhan luka dan tumbuh-kembangnya balita. Fat dalam jumlah kecil merupakan komponen pendukung bagi perkembangan sel syaraf, terutama sel otak. Sementara itu, crude fiber/serat memudahkan buang air besar dan mencegah sembelit sehingga fungsi pencernaan terjaga dengan baik. Kanker usus pun dapat dicegah secara dini. Dalam buah naga kandungan serat ini cukup tinggi.

Beta carotene penting untuk retina dan mencegah rabun senja. Beta carotene juga berperan penting dalam menjaga kondisi struktur sel epithel dan pertumbuhan tulang, sedangkan kalsium berperan penting dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang, dan zat besi penting dalam peredaran sel darah merah sehingga mencegah anemia (kurang darah).

Adapun vitamin B1, vitamin ini berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme karbohidrat, vitamin C berperanan dalam menjaga elastisitas dan kehalusan kulit, sedangkan ribofvlavin berperan dalam sintesis asam nukleat. Juga berpengaruh pada pematangan sel dan pemeliharaan integritas jaringan syaraf.

Khasiat Lain
Tak hanya itu, menurut Ira, masih banyak khasiat lain dari buah naga. Karena mengandung antioksidan alami, buah naga juga dipercaya bisa melawan penyakit hati. Bahkan, berdasarkan hasil penelitian, buah naga juga berkhasiat sebagai obat untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah, menguatkan fungsi ginjal, penyeimbang gula darah, menyembuhkan panas dalam, dan sariawan.

Kata Ira, buah naga juga dapat meningkatkan dayatahan tubuh, mengurangi tekanan emosi, menetralkan toksin (racun) dalam darah, turunkan kadar lemak, menyembuhkan asam urat. Selain itu, buah naga juga dapat mengurangi keputihan pada wanita.

Pengolahan buah naga bisa menghasilkan produk olahan yang lezat sekaligus bikin badan sehat karena dapat juga berfungi sebagai obat. Dan tentu, produk olahan ini rasanya tak mungkin harganya lebih rendah ketimbang buah naga segar. [KUSWINARTO]

0 komentar: