Sabtu, 19 September 2009

Beternak Jengkerik [3]


Memasok Jengkerik ke Empat Provinsi

Di Desa Pranggang dan Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, siapa yang tidak kenal Muhammad Abdul Haris? Lelaki (45) yang akrab disapa Pak Mad ini dikenal luas karena totalitasnya di ternak dan bisnis jengkerik.


Bahkan, Pak Mad termasuk suhu dalam ternak dan bisnis jengkerik di daerahnya. Orang-orang di sekitarnya berkonsultasi padanya jika dalam beternak jengkerik menemui masalah. Sudah hampir 10 tahun lelaki ramah ini terjun di jengkerik. Mula-mula hanya sebagai peternak yang panen sebulan sekali. Lama-lama, Pak Mad juga memelihara indukan sendiri, lalu menelurkan jengkerik sendiri. Sehingga, selain beternak sendiri, Pak Mad juga memasuk indukan dan telur jengkerik kepada para peternak yang membutuhkan.

Pak juga membeli jengkerik dari peternak. Kalau panen, peternak biasanya menghubungi Pak Mad ke rumahnya, lalu Pak Mad akan meluncur ke rumah si peternak, memeriksa jengkeriknya, kemudian menentukan harganya.

’’Sekarang, saya beli jengkerik dari peternak Rp34000-35000/kg,’’ kata Pak Mad ketika Peduli berkunjung ke rumahnya di Desa Sumberagung. ’’Sedangkan telur, sekarang saya jual ke peternak Rp 20.000 – 25.000/ons. Indukan saya jual seharga saya beli jengkerik panenan,’’ tambah lelaki asal Sukorejo (Blitar) yang menetap di Sumberagung sejak 1994 ini.

Lebih lanjut Pak Mad menjelaskan, jengkerik yang dibelunya dari peternak, selanjutnya dia jual ke pengepul dan oleh pengepul akan dijual ke bedak-bedak. Selanjutnya, para pemilik bedak penjual jengkerik, jengkerik dijual ke pengecer.

Hingga saat ini, Pak Mad rutin memasok jengkerik ke beberapa pengepul di Surabaya, Malang, Probolinggo, Bojonegoro, Solo, Yogyakarta, dan Bali. Yang dipasok adalah jangkerik hidup, ditempatkan dalam sak plastik. Tiap sak berisi 2 kg jengkerik hidup. Menurut Pak Mad, sekali kirim ke seorang pengepul, rata-rata dirinya memberangkatkan sebanyak 1,5 hingga 2 kuintal jengkerik.

Jengkerik yang dibeli dari peternak seharga Rp34000-35000/kg, oleh Pak Mad dijual ke pengepul dengan harga bervariasi. ’’Sekarang harganya yang bagus di Bojonegoro dan Jogja. Di Bojonegoro saya jual ke pengepul Rp42000/kg. Itu sampat di tempat lho. Sedang di Jogja saya jual Rp44000-45000/kg,’’ terang Pak Mad seraya menambahkan bahwa dirinya mengirim jengkerik ke Yogyakarta 2 hari sekali masing-masing sebanyak 4 kuintal.

Pengakuan Pak Mad, dalam 1 bulan, dirinya membeli jengkerik secara kontan dari peternak sekitar 200 boks. Dan setiap hari, dirinya menjual jangkerik ke pengepul bisa sampai 2 ton jengkerik. Gile bener! Padahal, Pak Mad juga buka depot yang menjual segala keperluan yang berkaitan dengan ternak jengkerik, seperti pakan dan bahan-bahan untuk membuat boks! [kus/6-1]

3 komentar:

yuli w mengatakan...

saya pingin beli telur jangkrik harus berhubungan dengan siapa, dan saya bertempat tinggal di bandung.

ekik mengatakan...

minta nomer hp/tlp pak mad donk, soalnya disini banyak peternak jangkrik? hub deni 087857630878

encis mengatakan...

minta no pak mad.. saya pengen beternak jangkrik...
encisae@yahoo.co.id/085235000182