Jumat, 25 September 2009

Lilik Sriyati, Produsen Telur Asin Aneka Rasa

Rasa Original hingga Buah-buahan

Pernah merasakan telur asin rasa strawberry atau rasa coklat? Kedengarannya aneh, namun setelah dicoba ternyata rasanya sangat lezat. Telur asin aneka rasa ini hanya bisa didapatkan di tangan Lilik Sriyati, pembuat telur asin bermerek ’Ilham’.


Wanita yang berdomisili di Mastrip Waru Gunung Karang Pilang Surabaya, punya ide menciptakan ragam rasa telur asin setelah banyaknya pesanan telur asin datang padanya.

’’Waktu itu sekitar tahun 2002 saya mulai bisa membuat telur asin dan coba-coba jualan. Di hari pertama saya jualan, saya sudah mendapatkan pesanan telur asin 400 butir,’’ kenangnya.

Bermodalkan Rp 300 ribu, wanita berputra tiga ini mencoba memenuhi pesanan yang datang padanya dan ternyata pemesan puas. Hari-hari berikutnya, Lilik mulai kebanjiran pesanan. Setiap butir telur bebek mentah ia beli seharga Rp 750. Sedangkan telur yang sudah jadi telur asing matang dihargainya seharga Rp 1.500. Itu artinya Lilik bisa meraup keuntungan 100 persen. Namun hal ini seimbang dengan proses pembuatan telur asin yang membutuhkan waktu lama, bahkan hingga seminggu.

Namun sayangnya, rasa telur asin, menurut Lilik hanya itu-itu saja, asin. Melihat banyaknya peluang di bisnis ini, ia kemudian mencoba membuat beragam rasa telur asin. ’’Biar pelanggan saya tidak bosan. Apalagi biasanya telur asin ini banyak dipesan untuk acara pernikahan. Kalau rasanya bermacam-macam kan lebih menarik,’’ ungkapnya.

Ia kemudian mengawali pembuatan telur asin dengan rasa bawang. Caranya, sebelum telur asin dimasak, Lilik merendam telur asin mentah ke dalam air bawang selama berjam-jam. Hasilnya setelah dimasak, telur asin rasa bawang lebih nikmat dan gurih. ’’Saya sampai kewalahan memenuhi pesanan,’’ terangnya.

Sukses dengan rasa bawang, Lilik mencoba rasa yang lain, yakni rasa strawberry dan coklat. Caranya sedikit lebih rumit, setiap telur sebelum dimasak disuntikkan essence dari rasa yang dikehendaki. Rasa strawberry misalnya, berarti Lilik harus menyuntikkan essence rasa trawberry ke setiap telur. Setelah dimasak, selain rasanya bak makan buah strawberry asin, warna telur pun jadi lebih cantik. Merah untuk rasa strawberry dan coklat untuk rasa coklat.

Sayangnya kemajuan bisnis ini tidak diimbangi dengan kapasitas penghasil telur bebek setiap hari. Untuk 400 telur saja, Lilik harus menunggu selama seminggu lebih. Apalagi menurutnya, saat ini peternak telur bebek sudah sangat langka.

’’Untuk wilayah Surabaya, peternak bebek sudah jarang. Jadi, saya harus ke Mojokerto, Sidoarjo, atau Gresik untuk mencari telur bebek yang berkualitas,’’ terangnya. Tak jarang Lilik berani memberikan uang muka pada peternak bebek, namun tiba hari yang ditentukan ternyata bebek-bebek mereka tidak mau bertelur.

Padahal kualitas telur bebek mentah sendiri nantinya akan sangat mempengaruhi kualitas telur asin, rasa, hingga masir tidaknya telur.

Apabila ingin menghasilkan telur asin yang nikmat dan masir, maka telur-telur yang dihasilkan berasal dari bebek-bebek sawah yang masih mengonsumsi makanan alami dan bukan makanan ternak instant.

Tidak itu saja, proses pembuatan telur asin sendiri juga berpengaruh terhadap rasa telur. Mulai pemilihan telur, proses pembungkusan dengan garam dan tanah hingga ke proses pengeraman dan pemasakan membutuhkan waktu hingga tujuh hari.

’’Jadi kalau mau pesan telur asin ke saya, paling tidak harus sebulan atau tiga minggu sebelumnya,’’ ungkapnya.

Telur-telur buatan Lilik kini mulai merambah ke wilayah luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan. Untuk pemasaran saat ini Lilik dibantu ketiga anaknya dan suaminya. Selain menjual telur asin matang, Lilik juga menjual telur-telur asin mentah yang masih terbungkus kendil tanah. Untuk satu kendil telur mentah isi 10 buah dihargainya Rp 14 ribu. Sementara untuk telur matang ia jual eceran Rp 1.500-an. Ia berharap makanan tradisional ini masih bisa bertahan, salah satunya adalah dengan masih bertahannya petani bebek. [DEWI]

12 komentar:

moti mengatakan...

waduh kayaknya enaknih, kalo mau pesan kemana?

Haris mengatakan...

slm knl, sy haris slh satu putranya ibu lilik, bwt yg bikin artikel ini kami sekeluarga mngucapkan bnyk trima kasih, smga nntinya artikel ini bs brmanfaat dan bs mnjadi inspirasi bagi pembaca yg ingin menggeluti usaha ini. usaha telur asin yg kami geluti ini sdh sempat tutup krna faktor modal serta bahan baku telur bebek yg smkn langka dan smakin naik harganya, tp akhir2 ini kami cb mmbangun kmbali usaha trsebut, mngkin sy akn mmberitahu lbh lanjut nntinya jika usaha ini mulai brkembang kmbali. trima kasih.

Anonim mengatakan...

saya peasan bu? hub saya 08999029366/captenalfauji@gmail.com

inhochi mengatakan...

tuk mas haris (putra bu lilik) boleh minta no kontaknya ibu lilik. saya berniat membuat artikel ttg usaha ibu lilik ini di majalah saya.
Terimakasih

fadli mengatakan...

saya tertarik dan mau gabung gimana caranya

baju gamis mengatakan...

mbak di kasih tau cara prosesnnya doong biar bisa belajar...trims salam kenal.....

lukita accessories mengatakan...

aku mau bu di kirimi untuk saya pasarkan di t4 saya

ria mengatakan...

apa usahanya msh berjalan sampai saat ini ibuk?
saya mau untuk bergabung dan jd reseller?gmn nih caranya?trmksh

ria mengatakan...

mas haris....bgmn kalo saya ingin jd distributor sekaligus penjual telur asinya?saya sgt berminat sekali....
apa usahanya masih berjalan sampai saat ini?

Aida SR mengatakan...

Saya juga salah satu putra dari bu lilik dan saya telah memasang blog di artha-abadi.blogspot.com silahkan mengunjunginya terimakasih sebelumnya.. untuk nomor kontaknya bu Lilik : 081230159066

Unknown mengatakan...

Alamatnya dimana ini?
Boleh minta no hpnya , saya mau pesan

Unknown mengatakan...

Yang mau Pesan telur asin bisa di saya
Saya juga usaha telur asin di daerah kampung bebek sidoarjo
Bsa hbngi saya 082230694220