Selasa, 12 Februari 2008

DI SAAT HARUS MEMILIH DUA PILIHAN


Cerita..yang awalnya memang menyedihkan dan mengharuskan aku memilih diantara dua pilihan, sebelum aku pergi meninggalkan negeri tercinta, ibu menyuruhku untuk menemani nenek di surabaya, rasanya aku berat untuk pisah dari ibu, selama ini aku selalu merasa tidak kerasan kalo harus jauh dari ibu, tapi.... aku kasihan juga sama nenek dan kakek yg sdh tua renta ,sedangkan kk dan adik ibu, semua sdh menikah dan ibu pun tidak bisa meninggalkan rumah tanpa izin dari ayah, aku bisa memakluminya.


Akhirnya akupun dijemput sama adik ibu, aku berangkat pergi ke Surabaya, awalnya aku memang tidak kerasan tapi aku mencoba untuk beradaptasi sama lingkungan dimana nenek tinggal, lama-lama aku banyak tmn juga, genap sdh 1 bln aku ditempat nenek dan membantu nenek di toko.

Suatu hari adik ibu datang..,dan berencana untuk tinggal di surabaya,akhirnya tak lama kemudian pak lek tinggal bersebelahan sama rumah nenek,aku pun jadi kerasan di surabaya, sdh jalan dua bulan, keponakanku anak nya pak lek kan cowok..,dia sering main ke rumah ngajak temennya, sering lihat TV dirumah, aku kenal baik dgn temen -teman ponakan...

Tapi..belakangan ini ada yang aneh,ada teman ponakan yg memang sdh aku kenal dan akupun mengganggap dia sebagai kk, karena sering main kerumah, mlm itu dia dirumah pak lek dan menyatakan kalo mau melamarku, aku kaget mendengar ucapan bulek, karena aku tdak merasa pacaran sama dia dan selama ini aku bergurau bercanda bersama cuma aku anggap sebagai kakak.

Oooh..rupanya selama ini aku lihat dia baik sama keluargaku, sering bantu ini dan itu, rupanya dia mau ambil simpati dan memang betul keluargaku sangat setuju, kalo dia ingin melamarku, tapi hatiku berontak, aku masih mau kerja dan aku tidak ingin cepat nikah juga aku tidak ada rasa cinta sama dia...,setiap malam aku selalu berpikir,aku bingung..,tambah aku biarkan,kelurgaku malah kasih kabar ke ibu kalo aku ada yang mau melamar, bu lek aku dengar bicara yang manis-manis tentang cowok itu,aku semakin sedih, aku masih bodoh dan ibuku sangat setuju setelah mendengar perkataan bu lek, aku bingung dari seberang sana aku dengar....

"nak...dak apa nikah aja, lagian kamu kan sdh pantes kalo nikah, ibu dengar dia baik"

aku sembunyikan rasa sedihku,kubiarkan air mataku menetes..

"tapi..bu..aku kan dak ada cinta sama dia"..

"ibu yakin pilihan bu lek dan pak lek itu baik"

aku tidak bisa bicara lagi..aku tinggalkan tlp, aku coba mengurung diri dikamar,

setiap hari cowok itu. datang.,dan pada suatu mlm dia datang dan ingin menanyakan lebih serius, dia sengaja datang kerumah pak lek dan bu lek memanggilku, kamu kesini dia nya datang, kamu buatin teh terus keruang tamu yah,

Aku berpikir sejenak, aku harus gimana yang aku dengar dari ponakan dia datang mau menanyaiku dan ingin cepet nikah denganku, aku pikir lagi...

Gimana kalo aku menolak...pasti keluargaku kecewa dengan aku dan mereka pasti benci dengan aku, tapi...kalo aku mau pasti aku tersiksa..,

"mana tehnya cepet dia sdh nunggu kamu dari tadi"

aku tersentak kaget oleh suara panggilan bu lek, aku jalan kedapur ,aku buatkan satu gelas teh dan aku beranikan diri berjalan keruang tamu walaupun tanganku gemetar sampai satu gelas teh yg aku buat hampir jatuh.

Aku duduk di hadapan cowok itu, ku lihat dia senyum bahagia,aku pun kembali menundukkan kepala" gimana malam ini harus ada jawaban dari kamu" lagi-lagi aku merasa kaget..pak lek menegurku, aku tak bersuara..kembali kata-kata "gimana malam ini harus ada jawaban dari kamu"..terdengar menggaung ditelingaku berulang kali..

Naluriku bertentangan...mana yg aku pilih.aku bingung, aku tidak bisa menguluarkan suara, hanya dalam hati aku meminta " mudahkan aku untuk malam ini ya Allah"

jam dinding sdh menunjukan pukul 22:30, dua setengah jam dia menunggu jawabanku..,aku tahu semua sdh gerah dan kesal menunggu ,tapi aku blm bisa mengeluarkan kata-kata dan akhirnya apa yang tidak kuinginkan harus aku sampaikan juga, dengan perasaan sedih aku jawab I Y A H..,aku terima..sambil aku pergi tinggalkan ruang tamu dan masuk kekamarku menangis sepuasnya dan berdo'a.

" ya Allah kenapa kau suruh aku bicara iyah"....
.
"ya Allah izinkan hambamu meminta kembali jauhkan dirinya dariku karena memang aku tidak bisa menyayanginya "

Kurasakan hari berganti sangat lambat yang harus aku lalui dengan rasa terkekang...,aku berusaha untuk mencintainya tapi aku tak bisa..sering aku tolak ajakan dia untuk jalan2 keluar rumah dengan mencari seribu alasan, yang membuat keluargaku marah

"diajak kok tidak mau, jangan mengurung diri dirumah saja anak muda kok kayak gitu"

rasanya aku sdh tidak kuat lagi merasakan beban ini....suatu hari temanku datang dan mengajakku bicara, kebetulan dia masih ada hubungan keluarga dgn cowok itu, dan dia teman baikku, kayaknya dia tahu kalo aku gak suka sama cowok itu, dia sapa aku

"kamu gak suka sama mas Hendy yah ?..."

aku kaget dia tanya begitu sama aku, sebelumnya dia sering bicara dan sangat setuju kalo aku jadi saudaranya,aku rasa ini adalah kesempatanku untuk bicara dan mungkin ini adalah jalan yg terbaik buatku.perlahan aku buka mulut untuk bicara, tak terasa air mata ini menetes..

"iyah..benar aku tidak ada hati dengan mas Hendy..,waktu itu aku terpaksa menerimanya, karena keluargaku sangat setuju dan selalu menyanjung dia "

tangisku semakin tak bisa kutahan berderailah airmataku, Alhamdulillah dia mengerti dan terharu dengan apa yang aku rasakan, akhirnya dia menasihatiku

"kalo kamu tidak suka jangan memaksakan diri kalo memang itu bertentangan dengan apa yang ada dihati kamu"...

perasaanku lega, apa yg ada didalam isi hatiku ini sudah aku tumpahkan dan ada tempat aku mengadu.

hari-hari berikutnya..cowok itu jarang kerumah..,jikapun kerumah dia hanya mampir sebentar,..hari-hari berikutnya..aku dengar dia mau nikah, dengan cewek yang tidak jauh dari rumah nenek, ada perasaan sedih...aku tahu keluargaku pasti malu, bagaimanapun juga tetangga tahu kalo dia pernah melamarku dan mereka pasti bertanya-tanya mengapa tidak jadi sama aku, aku merasa berdosa tak langsung berkata jujur kepada dia.

sekarang dia jarang kerumah dan bu lek pun mengira dia putus dengan aku karena dia kecantol sama cewek lain dan keluargakupun membenci dia..,aku berdosa.aku ingin bertemu dgn dia dan meminta maaf, tapi aku tak berani karena dia sdh bertunangan dgn cewek lain, aku tulis diatas selembar kertas.

Dengan Hormat
Assalamu'alaikum...wr.wb
Mas Hendy di Tempat.
Sebelumnya aku minta maaf, karena aku memang merasa salah dan aku memang tidak bisa menyayangi mas dan akupun waktu itu bicara iyah, karena terpaksa,aku harap mas bisa memaafkan aku.
Semoga Masnya bahagia dengan pilihan mas sekarang, semoga jadi keluarga yang bahagia dan keluarga yang sakina amiin..
Wassalam...

Akhirnya do'a ku terkabul, dia jauh dariku dan aku minta maaf sama kelurga ibu yang ada di surabaya..kalo aku memang tidak ada rasa sayang sama cowok itu dan dia meninggalkan aku bukan atas kesalahan dia..,hari pernikahan dia mulai dekat,dan arakan pernikahan pasti lewat depan rumah,keluargaku takut aku malu dan merasa sedih...kebetulan pak lek kerja di PT dimana tempat itu meyalurkan tenaga kerja keluar negeri..aku ditawari dan tertarik..secepatnya aku pergi..walaupun aku harus menangis minta izin sama ibu selama satu minggu dan tidak diizinkan ,akhirnya beberapa hari kemudian ibu setuju... []

dari:
ENIVA N

0 komentar: