Minggu, 17 Februari 2008

BMI HONG KONG GALANG DANA UNTUK ANAK YATIM DAN TERLANTAR DI TANAH AIR


Tsim Tsa Tsui- Anak yatim dan anak terlantar dipelihara oleh negara, begitu salah satu pasal yang tertuang di dalam UUD 1945. Namun kenyataannya, masih banyak anak terlantar yang ditemui di jalanan di Indonesi. Realitas inilah yang memantik kepedulian para BMI (Buruh Migran Indonesia) , terutama dari organisasi Darul Mustaqim As-Syiddiq-Taipo- Hong Kong, untuk menggalang dana kepedulian terhadap nasib anak-anak yang kurang beruntung itu.


Penggalangan dana dikemas dalam bentuk pengajian akbar di aula Masjid Tsim Tsa Tsui, dengan memboyong ust. Drs. H. Muhammad Musa dari Jakarta, Minggu 11/11.

“Hasil infak akan disalurkan ke beberapa pondok pesantren yang menyantuni anak yatim dan anak terlantar di berbagai daerah di tanah air,” kata Sulastri, wakil ketua Darul Mustaqim.

Untuk sementara, timpal Ketua Umum Darul Mustaqim, Suyati, “target penyaluran dana difokuskan ke daerah Madura, Lombok Timur dan Pondok Pesantren Anwarus Sholikhin, Banyumas.”

Sementara itu, kepada Apakabar, ustazd Musa menyatakan kekagumannya menyaksikan aktivitas BMI Hong Kong pada hari libur. Ustazd kelahiran Madura yang beristrikan perempuan Semarang ini membandingkan kondisi BMI Hong Kong yang jauh lebih baik dari pada BMI di negara lain.

“Walau negara ini minoritas muslim, tapi pemerintah Hong Kong memberikan kebebasan untuk beraktivitas dengan mengadakan pengajian dan sebagainya. Ini tidak dijumpai di Arab atau di Malaysia, “ ujarnya.

Ustazd yang juga aktivis Garda Kemerdekaan (LSM di Jakarta) dan marketing di PT Grasia (asuransi yang menangani TKI) ini berencana menghabiskan visanya selama sebulan untuk memberikan pelatihan terhadap BMI.(Non)

Nona, konon dah kembali ke tanah air, tetapi mestinya ia tetap di sini

1 komentar:

setia_haty mengatakan...

ehh... yang pake jilbab sapah yaaa...!!!? mirip tetanggaku namanya parti,kalo ya hubungi aku yahhh....sambudi