Sabtu, 24 November 2012

Selamat Datang Musim Hujan



November itu bulan penting, karena di dalamnya ada Hari Pahlawan (tanggal 10). Mungkin juga ada yang penting lainnya, dalam skala internasional, lokal, maupun personal. Untuk yang terakhir itu, misalnya berkaitan dengan hari kelahiran, ulang tahun pernikahan, atau malahan hari ”tragedi putus cinta”. Glodhag! Di luar itu semua, betapa pun anda sedang berada di luar negri, alangkah baiknya jika tak lupa bahwa ini adalah saatnya pergantian musim (di tanah air): musim kemarau segera atau bahkan sudah berlalu, digantikan musim hujan.

Mengingat (musim) hujan janganlah hanya membayangkan ”sepanjang jalan kenangan” (ingat lagunya enggak?), tetapi ingatlah juga bahwa di awal musim penghujan –orang Jawa menyebutnya, ”mangsa tracap” adalah waktu yang paling tepat untuk menanam segala jenis tanaman, terutama di wilayah-wilayah yang sawahnya pun jenis tadah hujan. Coba teleponlah ke kampung halaman, bicarakanlah dengan orang rumah, tanaman apa saja yang masih bisa ditanam agar beberapa tahun ke depan dapat dipanen buah atau batangnya. Ini adalah proyek investasi juga, yang tidak pakai prosedur berbelit alias paling simpel di dunia.

Jika anda menanam sengon laut sekarang, 3 hingga 5 tahun mendatang anda sudah bisa memanen batangnya. Keluar uang beberapa ratus ribu rupiah untuk pembelian bibit dan ongkos tanamnya, misalnya, pasti tidak terlalu memberatkan, apalagi untuk berharap kelak bisa memanen puluhan juta rupiah! Agar bisa panen, anda harus menanam. Begitulah dalilnya. Atau, kita hanya akan terus mendengar ”durian runtuh” di kebun tetangga?

Banyak sekali pilihan jenis tanaman yang bisa ditanam, namun mesti disesuaikan pula dengan keadaan tanah yang akan ditanami. Tanaman mangga atau jeruk, misalnya, sangat bagus ditanam di satu tempat, tetapi kurang cocok di tempat lainnya. Dan menanam lebih banyak jenis tanaman tentu akan lebih baik. Dengan demikian, misalnya: pada musim mangga bisa panen mangga, pada musim durian bisa panen durian, pada musim petai juga panen petai, musim kopi panen kopi, dan seterusnya.

Khusus untuk tanaman yang dipanen batangnya, ketika batang sudah layak jual kita bisa memanennya kapan saja, dan semakin lama nilainya akan semakin bertambah seiring dengan pertumbuhannya.

Sekarang ini di desa-desa di Jawa Timur yang sering saya amati, orang-orang desa yang memiliki tanah pekarangan semakin banyak yang menanam pohon untuk dipanen batangnya, seperti sengon laut, jabon, jati emas. Ketika pohon-pohon itu layak jual, jadilah layaknya saldo dalam buku tabungan yang sewaktu-waktu bisa diuangkan. Maka, ketika perlu uang mendadak, selain bisa menjual binatang ternak juga bisa menjual pohon. Proses penjualan pun sangat gampang, tinggal pencet nomor telepon, calon pembeli akan segera datang dan ketika harganya cocok pemilik pohon pun tidak perlu menebang sendiri.

Buah-buahan pun bisa diunduh terlebih dahulu, atau dijual secara borongan ketika masih berada di pohonnya, jika si pemilik tidak mau bersusah-susah memetik. Gampang, bukan? Banyak hal akan menjadi gampang, dan lebih gampang lagi, bagi orang-orang yang suka menanam. Selamat datang musim hujan, selamat menanam!

BONARI NABONENAR
Reaksi:

0 komentar: