This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 18 Februari 2008

Catatan yang Tercecer dari Penyerahan Hadiah LCC-BI 2007


Secangkir Kopi Sastra di Ruang BCA Causeway Bay

Oleh: Dewita Sekarbumi

''Secangkir kopi''

Sebait kalimat yang dikutip dari puisi 20 Juta untuk Sebuah Patung karya Tania Roos, adalah salah satu puisi yang mengisi acara pengumuman sekaligus penyerahan hadiah pemenang Lomba Cipta Cerpen (LCC) yang diselenggarakan oleh Koran Berita Indonesia.

BCA Causeway Bay yang biasanya hanya dikunjungi oleh BMI yang mau kirim uang atau menabung pagi itu (18 November 2007) mendadak ingar. Sekitar 60 penggemar sekaligus yang penggelut sastra hadir menyemarakkan acara penyerahan hadiah LCC.

LCC ini adalah untuk kedua bagi BI, karena sebelumnya pernah diadakan lomba karya tulis cerpen tahun 2003 dalam rangka memeringati HUT RI ke-58, Berita Indonesia bekerjasama dengan KJRI.

Sayangnya, sejak lomba karya tulis itu pihak penyelenggara terutama KJRI tidak lagi mengadakan lomba karya tulis yang sebenarnya sangat ditunggu-tunggu dan diminati oleh para BMI.
Mengapa LCC ada laghi tahun ini? Tania Roos selaku Ketua Panitia yang dipercaya oleh BI, dengan bahasa polosnya meyampaikan begini, ’’Saya yang mengudrek-udrek Pak Sam Jauhari supaya diadakan lagi lomba karya tulis cerpen.’’

Pak Sam Jauhari yang sudah tak asing lagi di mata BMI-HK, akhirnya menyetujui untuk diadakan lagi lomba cipta cerpen itu. Yang tahun ini diberi nama LCC Bulan Bahasa 2007. Menurut penuturan salah seorang panitia, Etik Juwita, kurang lebih 40 peserta telah ikut perpartisipasi mengikuti LCC yang penjuriannya dipercayakan oleh pihak BI kepada Sastrawan-sastrawan Jatim: Beni Setia, Bonari Nabonenar, dan Arief Santosa.

Sebelum pengumuman pemenang , para juri sempat membuat para peserta bertanya dan deg-degan, karena 15 Cerpen yang masuk nominasi diumumkan di Intermezo bulan Oktober 2007.

Dari sana bisa dikira-kira siapa yang akan menjadi pemenang. Pertanyaan para peserta akhirnya terjawab pada minggu 18 November 2007. Juara I Swastika Mahartika, Juara II Farida Supriyanti dan Juara III Tarini Sorrita. Dan 3 peserta lagi menduduki juara harapan satu sampai harapan tiga sedangkan yang lainnya mendapatkan penghargaan sebagai 15 besar.
Dan suatu kabar baik dari ketua panitia, bahwasannya 15 cerpen terbaik akan dibukukan. Sebenarnya bagi para peserta, hadiah bukanlah tujuan utama mereka, yang penting mereka bisa menyosialisasikan tulisan mereka kepada publik.

Dalam acara pengumuman serta penyerahan hadiah pemenang LCC dalam rangka Bulan Bahasa 2007, sekaligus temu muka para penulis di kalangan BMI, sebelumnya acara diisi dengan berbagai selingan pementasan karya seni oleh teman-teman dari Sekar Bumi, Nongkrong Bareng Fans, dan Forum Lingkar Pena Cabang Hong Kong.

Pementasan karya seni berupa puisi dan cerpen bagi Sekar Bumi sendiri adalah yang pertama kali karena Sekar Bumi adalah organisasi baru di Hong Kong khususnya di kalangan BMI-HK. Sekar Bumi adalah salah satu wadah baru untuk menyalurkan bakat-bakat BMI yang terpendam sama seperti organisasi lainnya yang sama misinya tentunya.
Selain puisi dan cerpen, teaterpun sempat mengisi selingan yang dipentaskan oleh kelompok FLP HK. Bahkan kita patut bangga karena teman kita pun ada yang sanggup menciptakan puisi berbahasa Jawa.

Walau baru pertama kali penampilannya membacakan puisi, Anggi alias Camat Sekar Bumi yang biasanya mementaskan tarian, dia sudah terbilang cukup baik dan menghayati puisi yang dibacakannya. Siang itu ada 4 buah puisi dan 2 cerpen yang mengisi acara selingan, di antaranya cerpen Hati yang Kapalan milik Etik Juwita yang dibacakan oleh Etik Juwita, cerpen Togog Jadi Ratu milik Tania Roos yang dibacakan oleh Anan Sekar Bumi.

Sedangkan 4 puisi yang ditampilkan adalah Pesan Arwah Seorang Babu karya Anan dibacakan oleh Ruba'iyah, 20 Juta untuk Sebuah Patung karya Tania Roos dibacakan oleh Hesti NBF, Srikandi karya Anggi Sarpani Sapon Sekar bumi dibacakan oleh Anggi sendiri, dan Aku mau Peduli karya Tarini Sorrita Sekar Bumi dibacakan oleh Tarini Sorrita, Dwijayanti, Dwi Sapon, dan Eni Fatmawati.

Acara pun diisi dengan bincang-bincang antar peserta lomba dan moderator, yang kebetulan siang itu dimoderatori oleh Afandi, Nugroho KJRI, Etik Juwita selaku panitia merangkap cerpenis dan Tania Roos selaku Ketua Panitia yang juga cerpenis.

Obrolan dibilang cukup seru seputar sastra dan solusi di masa akan datang bagi para BMI yang gemar menulis. Dari obrolan ringan itu terlihat jekas antusias teman-teman penulis untuk bisa tetap menulis dan kalau bisa KJRI pun dapat menyelenggarakan acara seperti LCC dan menyediakan tempat untuk BMI yang berbakat dan gemar tulis-menulis.
Ini disetujui oleh Pak Nugroho alias Nugi, namun dengan jujur dia bilang belum bisa menjanjikan. Semoga dengan adanya LCC ini KJRI pun membuka mata dan telinga untuk BMI yang gemar menggeluti sastra.

Kalau bisa KJRI pun bisa mengadakan workshop kepenulisan dan mendatangkan para sastrawan alias narasumber dari Indonesia ke Hongkong, seperti yang pernah dilakukan oleh Ida Permatasari pendiri Cafe' de Kosta dan Berita Indonesia bekerjasama dengan Garuda Indonesia 2005 lalu.

Maka, lomba menulis, workshop, atau kegiatan meningkatkan serta mengasah wawasan para BMI-HK pada dasarnya seperti halnya secangkir kopi. Ia bikin hangat, nambah semangat, lebih-lebih di pagi hari sebelum kerja yang sesungguhnya mesti dimulai. []

TRAGEDI ARIEN 1


Oleh: Dwi Nina Astariningsih [Fo Tan, Sha Tin, Hong Kong]

Bagian ini bercerita tentang sebuah kisah nyata yang terjadi pada salah satu sahabatku, sebut saja namanya ARIEN, dia sempat terlena dengan indahnya dunia maya ato dunia fatamorgana yang sering juga di sebut oleh banyak orang dengan nama dunia chatting.
Moga saja kisah ARIEN ini dapat di jadikan pelajaran dan dapat di ambil manfaatnya oleh siapa saja, agar kita semua tidak tertipu dengan tampilan indah yang ada di dunia maya.
Dalam kisah ini aku sengaja menggunakan kata ganti"AKU" dalam melukiskan cerita dan kejadiannya, agar para pembaca dapat merasakan bila seandainya kejadian itu terjadi pada diri kalian sendiri.


JANGAN TERLENA DUNIA MAYA !!!!!

Cerita ini terjadi sekitar 4 tahun yang lalu saat pertama kali aku menginjakkan kaki di negri beton ini. Negri yang masih asing bagi bagi orang semacam diriku. Sebenarnya menjadi seorang pembokat bukanlah menjadi cita-citaku, saat itu aku yang nota benenya adalah seorang gadis yang masih haus akan ilmu, ingin rasanya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikanku yang lebih tinggi, tapi apa daya aku tidak mau membebani keluargaku terus menerus. Aku ingin bisa bekerja sambil kuliah, tp apa daya bila aku bekerja di Indonesia rasanya keinginan itu rasanya akan sangat sulit aku rasa. tau sendiri keadaan perekonomian di Indonesia, sangat sulit untuk nyari kerja paruh waktu.

Berbekal dengan tekad dan keinginan yang kuat setelah aku lulus dari pendidikan diplomaku yang hanya bisa ku enyam selama 1 tahun itu, aku langsung memutuskan untuk kerja ke negri beton ini, dengan harapan aku bisa mempercepat waktu yang terbuang. Singkat cerita ....lalu akupun sudah punya kegiatan rutinku di sini yaitu kerja pada sebuah keluarga yang beranggotakan 4 orang, dan disana aku punya 1 teman dari Indo juga yg bekerja pada bosku ini, jadi bisa di kata dalam satu rumah ada 2 pembokat.

Hari- hari pertama kedatanganku di rumahnya aku rasa biasa2 saja, belom ada yang aneh menurutku, ya namanya kita juga perlu untuk adaptasi. ya aku harus jalani dengan tegar donk. hehe... saat teman 1 rumahku itu bercerita tentang bagaimana killernya bosku itu, aku hanya bisa mengurut dada dan berdo'a semoga tidak terjadi apa2 selama aku bekerja di sini. Pokoknya temanku itu berkata bisa di kata bosku itu adalah orang yang paling ter-killer di negri beton ini.

Tapi hari-hari menyeramkan itu akhirnya tiba juga, saat si bos mulai menunjukkan aksi killernya saat aku salah ngerjakan sesuatu. tp aku hadapi dengan tabah karena aku salah dan inget tujuan awal aku ke sini yaitu untuk nyari pengalaman dan juga niat suciku agar bisa meneruskan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi.

Tapi sekuat-kuatnya orang bertahanpun pasti ada batasnya, saat itu teman satu rumahku dia kabur karena udah gak tahan dengan sikap dari bos. Tinggallah aku di rumah itu sendirian, sedih itu pasti tapi mau gimana lagi... aku harus tetap bertahan di sini, demi masa depan. hehe...

Sepeninggal temanku hari2 aku rasa menjadi sangat sepi dan sunyi, tidak ada lagi teman untuk aku berbagi. Sampai pada suatu saat aku memperoleh hak aku untuk libur, akhirnya aku bisa ngumpul2 bareng ma sesama anak dari Indonesia. Bertemu dengan mereka itulah akhirnya bisa mengurangi beban yg ada di hatiku, tapi lalu akupun bosen sama kegiatan ngumpul2ku itu karena tiap kali ngumpul yang di omongin itu selalu saja tentang gosip2 yang menurut aku gak perlu untuk di bahas. menyebalkan !!

Saat kejenuhanku memuncak itulah, salah seorang temanku mengusulkan ide untuk pergi ke sebuah warnet (warung internet) untuk browsing komputer dan juga untuk main-main chat. Inilah kali pertama aku mengenal dunia cyber. Singkat cerita setelah aku mengenal dunia cyber ini lalu akupun mempunyai banyak teman dari berbagai negara, ya untuk sekedar menghibur hati, ya ngobrol kesana kesini dan juga tukar pengalaman. Na dari ngobrol2 itulah lalu aku berkenalan dengan seorang pemuda, sebut saja namanya Mr A, dia juga bekerja pada sebuah negara asing, negara gingseng sana.

Dari jarak perkenalan selama 6 bulan dengan Mr A inilah, akhirnya kami memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan. Ya hal itu ku putuskan karena dalam pandanganku selama ini Mr A menjelma menjadi sesosok pria idaman bagi wanita. Hari2 di lalui dengan begitu indahnya hingga derita yg selama ini terjadi agak berkurang dengan adanya Mr A, walau hanya lewat suara kami selalu berhubungan, maklum LONG DISTANCE. Hingga pada suatu hari setelah kita berhubungan selama kurang lebih 1 tahun, aku mendengar berita kalo Mr A akan kembali ke tanah air dan akan menikah dengan orang lain.

Kabar itu aku denger dari salah satu temannya yang tidak sengaja mengatakannya, saat itu aku hanya bisa diam dan membisu, Dan pada malam harinya aku mencoba menghubungi Mr A dan langsung tersambung, dan pada nada suaranya aku sudah dapat menebak kalau dia sepertinya sudah tau apa yang akan ku tanyakan, suara dia kedengaran begitu gemetaran. Pembicaranku dengannya kurang lebih begini :


Setelah berbasa basi sebentar lalu akupun menuju ke pokok permasalahan.

"Mr A, maaf bila mungkin pertanyaanku ini akan menyinggung perasan kamu, tapi tadi siang aku denger dari salah satu teman kamu kalo kamu akan balik ke indonesia dan mau merried. benarkah itu?" tanyaku

Dengan terbata-bata Mr A lalu menjelaskan kejadian yang sebenarnya dan dia meminta maaf yang sebesar2nya kepadaku atas kesalahannya selama ini kepadaku.

"Aku bener2 minta maaf kepadamu karena selama ini aku sudah membohongi kamu, sudah ngegombalin kamu dan memberikan harapan2 ke kamu. Aku bener2 minta maaf. Memang sebenarnya aku ini sudah punya pacar yang berada di Indonesia sana, dan sekali lagi maaf karena aku tidak pernah cerita tentang dia ke kamu dan akupun terbawa suasana, terlibat dalam kisah cinta segitiga ini, sebenarnya aku juga cinta dengan kamu tp karena jarak rumah kita yang terlalu jauh, sekali lagi jarak. lalu akhirnya aku memutuskan untuk memilih yang dekat". jawab Mr A

Hatiku hancur tiada terkira, tapi apa mau dikata toh si cewek itu yang lebih dulu kenal dengan dirinya, dan akulah justru yang bersalah telah masuk dalam hubungan mereka meskipun posisi aku tidak tau sama sekali tentang itu, karena yang ku tau dia bilang kalo masih lom ada hubungan dengan cewek manapun. akupun harus mengikhlaskannya untuk pergi dariku, toh belom ada yang hilang dalam diriku. Apanya yang hilang orang hubungan jarak jauh, yang bobol paling juga tabungan, abis untuk biaya telponan. hehe....

"Jalan yang kamu pilih benar dan tepat, kamu harus kembali kepadanya, karena dia tidak bersalah kepadamu, tp tolong berjanjilah kamu kepadaku satu hal, "KAMU JANGAN PERNAH SAKITI DAN JANGAN PERNAH KAMU KHIANATI LAGI DIA", demi aku. Cukup aku saja yang pernah tersakiti dan tidak untuk Dia. Lalu setelah itupun aku dan Mr A tidak pernah berhubungan lagi, bisa di kata sejak itu aku berusaha untuk tidak berkomunikasi dengannya lagi, selain untuk mengalihkan perhatian juga agar aku bisa dengan cepat melupakan dirinya.

Tapi ternyata tak semudah itu melupakan dirinya, tak semudah membalikkan telapak tangan saja, ya kini baru ku sadari bahwa ternyata aku telah salah dalam menentukan langkah, dulu aku berusaha lari dari masalah dengan ber main chat, tapi sayangnya aku belom tau dunia chat itu seperti apa dan akibatnya ya seperti ini, di bohongi orang bahis2an, aku sendiri sih yang bodoh, mau saja di kibulin orang, ya itu karena aku belom tau tentang dunia yang tadinya aku masuki itu jadi aku ya jatuh. hehe...

Lalu akupun pindah ke bos yang baru, dan untuk kali ini, Alhamdulillah aku dapat bos yang lumayan baex dari yang dulu.

Jujur ku akui meski aku sudah berusaha menghilangkan dia dari pikiranku tp masih terasa sulit aku rasa, aku masih suka melamun dan melamun. 2 bulan setelah kejadian itu, terjadilah sebuah musibah menimpaku, saat aku sedang berada di taman bersama2 dengan anak2 bosku, ya aku terjatuh dan berguling2 di taman dan jatuhku itu menyebabkan sebelah kakiku harus memakai TONGKAT. ya saat itu aku langsung di bawa ke Rumah Sakit karena kakiku langsung bengkak gede banget. Saat itu yang ada di pikiranku adalah kalo kakiku yang satu patah. Duh Gusti gelap banget dunia ini aku rasa, saat itu aku hanya bisa menangis dan menangis.
Setelah pulang dari Rumah sakit akupun di haruskan untuk memakai tongkat untuk membantuku berjalan karena memang kaki aku tidak bisa untuk di pake jalan.

Berada di negri orang dan dalam keadaan seperti ini , bener2 sungguh sangat menyedihkan sekali. Ingin aku berteriak dan mengadu, tapi kepada siapa aku mengadu??? kepada orang tuaku kah?? itu jelas tidak boleh, itu justru akan membuat khawatir mereka, lalu akupun hanya bisa mengadu pada yang di atas sana (ALLAH), Aku menangis dan menumpahkan segala duka dan laraku ini, memohon ampunannya dan mohon agak di berikan ketabahan dalam menghadapi semua cobaan ini, lalu setelah itupun perasaanku menjadi agak sedikit lega.

Untung saja bosku kali ini baex hati dan dalam keadaan seperti inipun dia masih memperbolehkan aku untuk tetap kerja di sini, syukur alhamdulillah.
Berbulan-bulan aku harus menjalani terapi agar bisa berjalan kembali seperti sedia kala, dan saat saat seperti inilah aku mulai sadar bahwa aku tidak boleh terlena dengan dunia maya, aku harus kembali bangkit dan merenda hari esok. aku tidak boleh kalah, aku harus mampu dan mampu untuk menatap masa depan.

Sejak saat itu yang ada di kepalaku hanyalah kerja dan kerja, kamus cinta dalam daftar hidupku untuk sementara aku coret dahulu. Bener juga kata orang agar kita konsentrasi pada salah satu bidang saja, tidak boleh di campur jadi satu karena berakibat tidak baex. Sekarang kaki aku sudah dapat sembuh dan aku sudah dapat berlari2 seperti dulu lagi, puji syukur ya Robi. Dengan keadaan ini semakin membuat aku jadi semakin dekat kepada-Nya. Agar di manapun aku berada selalu inget kepada-Nya. Sekarang hari2 ku lalui dengan hati gembira dan bahagia. karena aku percaya TUHAN selalu ada, SETELAH KESEDIHAN PASTI AKAN DATANG KEBAHAGIAAN. Dan itu pasti dan aku yakin itu.
LIVE MUST GO ON.

Itulah sepenggal kisah dari sahabatku ARIEN yang dia ceritakan kepadaku dulu, semoga kisah ARIEN ini bisa di jadikan pelajaran buat siapa saja agar jangan terlena dengan indahnya pesona dunia maya ato dunia chatting. Salam manis dariku.[]

Dunia Bergerak Begitu Cepat

Pergerakan dunia [boleh dibaca: kemajuan] terasa semakin cepat. Sebegitu cepatnya, sehingga ponsel yang pekan lalu kita anggap paling ’keren’ hari ini sudah terasa ketinggalan. Maka, kalau kita terpancing untuk mengikuti arus mode, tren, dan apa pun istilahnya, niscaya kita hanya akan menjadi makhluk konsumtif yang akan selalu tertatih-tatih, menjerit dan merintih, karena selalu merasa [dan merasa selalu] tergilas oleh roda kemajuan.
Apakah gunanya kita memiliki ponsel terbaru, jika kita sebenarnya tidak memerlukan benar semua fitur dan segenap kecanggihan yang ditawarkannya? Bahwa kita memerlukan ponsel sebagai alat komunikasi, memang iya. Tetapi, mungkin, kita tidak harus selalu memiliki ponsel keluaran terbaru, bukan? Jangan sampai terjadi kenyataan ini: kita merasa gagah, sementara orang lain diam-diam merasa geli karena kita dipecundangi teknologi, seperti kisah ini:

’’Ketika panen cengkihnya melimpah, sebuah keluarga di salah satu sudut Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dengan riang pergi ke kota. Pulang dengan mencarter mobil penuh barang-barang belanjaan, termasuk di antaranya almari es atau yang biasa disebut sebagai kulkas [dari: cold + case?]. Lha, asal tahu saja, di desa tempat tinggal keluarga yang merasa mendadak jadi kaya karena panen cengkihnya melimpah itu tidak ada aliran listrik. Genset juga tidak punya. Maka, apakah yang kemudian terjadi? Almari es itu difungsikan sebagai almari beneran: untuk menyimpan celana, baju, dan beberapa macam barang lainnya! Waladalah! Mereka merasa bangga bisa membeli barang mewah yang tak seorang pun tetangganya memilikinya.’’

Itu kekonyolan, yang, jika kita tidak berhati-hati, tidak ketat menahan ’’sahwat belanja’’ kita, dalam takaran tertentu bisa menjangkiti kita.

Dunia bergerak begitu cepat. Jika Anda pulang kampung, suatu saat nanti, kampung yang 2 atau 3 atau 4 tahun lalu Anda tinggalkan dalam keadaannya yang sangat sepi, bisa jadi kini sudah berdiri toko swalayan di sana-sini. Jika dahulu hanya ada warung kopi, boleh jadi kini sudah ada pula warung telekom, dan bahkan warung internet. Syukur jika selama ini Anda selalu menjalin komunikasi dengan keluarga dan sanak-saudara di kampung, sehingga, walau dari jauh, Anda terus memantau perkembangan kampung halaman Anda.

Komunikasi itu adalah bagian dari sumber informasi. Sementara, informasi adalah faktor penting yang membuat kita semakin kuat menghadapi tantangan ’kemajuan’ dunia. Orang-orang yang menguasai informasi, merekalah yang potensial meguasai dunia, dan bukan malah digilasnya. Contoh remeh: jika Anda tidak tahu berapa kurs HKD hari ini dan Anda menukarkannya dengan rupiah dengan menuruti begitu saja apa kata orang yang menjual jasa penukaran uang, bisa jadi Anda akan dipecundangi.

Contoh lain, saat Lik Kismawati tahu bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan membangun jalan bebas hambatan melintasi kampungnya, maka diambillah keputusan untuk membeli tanah di wilayah yang hendak dilintasi jalan tol itu. Analisis Lik Kismawati: jika pun nanti tanah itu akan terpakai untuk jalan tol, ia akan menjualnya ke Pemilik Proyek dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada harga pembeliannya. Nah, kalau tidak, harga tanah di sekitar jalan tol itu pasti akan melonjak drastis ketika jalan tol benar-benar sudah dibangun dan dioperasikan.

Begitulah, informasi menjadi faktor yang sangat penting jika kita tak sudi jadi korban ’kemajuan’ alias korban Dunia yang bergerak begitu cepat ini. Inilah saatnya kita ambil peran sebagai subjek, dan bukannya sebagai objek, apalagi objek penderita. []

Asyik di Pembuatan VCD Perkawinan

Lagi-lagi pernikahan menjadi hal yang sangat menarik untuk diperbincangan dalam berbisnis. Ada banyak sisi yang bisa dibidik untuk sekadar bisa mengembangkan usaha dan pastinya meraup banyak keuntungan dari sana. Diantaranya adalah mengabadikan dalam VCD dengan merekamnya pada kamera video.


Pendapatan yang menjanjikan itulah yang mendorong Tony Indrawan membuat Citaentertainment melebarkan sayapnya di bisnis pembuatan VCD perkawinan.

Cita Entertainment berdiri sekitar tahun 2002. Awalnya, hanya menangani jasa pemotretan untuk acara pesta saja.

’’Dulu awalnya saya hobi motret, kemudian ada permintaan untuk syuting perkawinan teman. Karena saya tidak punya handycam akhirnya saya cari-cari pinjaman,’’ ungkap Tony Indrawan pemilik Cita Entertainment.

Dari beberapa kali order syuting perkawinan, Tony kemudian membeli handycam sendiri seharga Rp 3,5 juta dan komputer seharga Rp 4 juta.

Uniknya, Tony tidak pernah belajar secara khusus bagaimana mengambil gambar yang bagus dengan handycam. Semua dipelajarinya secara otodidak.

’’Saya hanya beli buku-buku saja dan belajar dari sana. Bahkan untuk memberi efek pada VCD awalnya saya belajar sendiri dari komputer sewaan dan ternyata saya bisa,’’ terangnya.

Kini bisnis yang dijalani Tony berkembang pesat. Tak hanya melayani pembuatan VCD perkawinan, ia juga bisa membuat VCD profil perusahaan, hingga pembuatan video klip.

’’Saya pernah iseng-iseng membuat video klip dangdut ternyata hasilnya cukup bagus,’’ sambungnya.

Untuk lebih menguatkan pasar, sejak setahun yang lalu Tony getol mengikuti pameran dan menjalin kerjasama dengan pemilik usaha paket-paket pernikahan.

Sejak bekerjasama dengan mereka, Tony mengaku kebanjiran order. Untuk sekali pembuatan VCD Tony mematok harga yang paling murah mulai Rp 750 ribu hingga Rp 3,5 juta.

’’Yang membedakan adalah teknik dan editan gambar. Yang termahal menggunakan efek komputer dengan tingkat kesulitan tinggi sehingga hasilnya bagus,’’ urainya.

Tony kemudian menunjukkan contoh editan dengan efek terbaik yakni misalnya gambar bisa berputar-putar, berjalan ke kiri dan kekanan, ditambahkan efek-efek seperti berada di awan dan masih banyak lagi.

Saat musim kawinan seperti bulan-bulan Syawal dan besar, dalam seminggu Tony setiap hari bisa menerima order di dalam maupun di luar kota Surabaya.

Selain VCD perkawinan, Tony juga masih menangani pembuatan VCD profil perorangan atau perusahaan. Hingga kini VCD yang sudah diproduksi oleh Cita Entertainment diantaranya adalah membuat VCD profil Wakil Gubernur Jawa Timur Soenarjo dan Waka POLDA Jatim, dan juga telah menangani pembuatan video dan foto profil Bandara Juanda Baru. Hal inilah yang menjadi kebanggaan Cita Entertainment.

Dan sekitar tahun 2005 Tony bekerjasama dengan beberapa rekan bisnisnya membidik peluang yang lebih menjanjikan, yaitu event dan wedding organizer. Oleh karena itu ia saat ini dibawah bendera Cita Entertainment saat ini lebih menfokuskan pada pelayanan untuk pernikahan secara lengkap.

Jasa yang di tawarkan diantaranya adalah MC [presenter], Electon, Gambus, Nasyid, Sound System, Lighting, Video Shooting dan Profil, Foto, Dekorasi, Studio Band dan Rekaman.

’’Mungkin kami masih belum lama menangani even pernikahan, akan tetapi kami mempunyai pengalaman dan integritas di bidang entertainment sudah sejak lama,’’ tandas pria asal Surabaya tersebut dengan mantapnya. [KD]


jenis usaha: pembuatan VCD perkawinan
modal awal: Rp 7,5 juta
omzet per bulan [musim pernikahan]: Rp 5 – Rp 7 juta
strategi pemasaran: melengkapi kebutuhan customer dan bekerjasama dengan partner bisnis lainnya yang mendukung
kiat sukses: belajar dan belajar

MENUJU FESTIVAL SASTRA BURUH 2007


Sekadar untuk mengingat-ingat, bahwa ini sudah mendekati (seharusnya) FSB 2008

Ternyata banyak buruh yang memiliki potensi kreatif di bidang penulisan. Selain mereka yang bekerja di dalam negri, para TKI yang rajin menulis dan bahkan menerbitkan buku pun kini bermunculan. Di Hong Kong, misalnya, ada 3 komunitas semacam sanggar penulisan [sastra], yakni: [1] Komunitas Perantau Nusantara, [2] Forum Lingkar Pena yang berpusat di Jakarta, dan [3] Cafe de Kosta. Lembaga pendidikan, lembaga seni, dan pemerintah Republik Indonesia tampaknya belum melihat hal itu sebagai potensi positif yang patut didukung.



Festival Buruh adalah agenda seni, budaya, yang selama ini belum digarap, setidaknya belum secara sungguh-sunguh. Akan sangat baik jika dijadikan agenda tahunan, dengan tempat pelaksanaan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, khususnya di Jawa Timur. Syukur-syukur bisa berkembang menjadi acara yang bersifat nasional, bahkan internasional. Setidaknya, sangat mungkin suatu ketika Festival Sastra Buruh ini digelar di Hong Kong, misalnya.

Festival Sastra Buruh potensial menjadi media yang bagus untuk: [1] menyediakan ruang ekspresi bagi komunitas buruh [baik yang bekerja di dalam maupun di uar negri] yang memiliki potensi di bidang penulisan kreatif, [2] menyosialisasikan ’’dokumen kebudayaan’’ berupa karya sastra yang ditulis oleh buruh [termasuk mantan buruh], terutama yang bertema seputar perburuhan, [3] menjalin komunikasi yang sejuk antara buruh, pengusaha/majikan, penguasa [pemerintah], serta LSM terkait.

Blitar dipilih sebagai tempat Festival Sastra Buruh 2007 ini, karena: [1] Secara kebetulan gagasan untuk menggelar acara ini muncul di Blitar, [2] Blitar, konon tergolong pengirim TKI terbanyak di provinsi pengirim TKI terbanyak di Indonesia, [3] Ada potensi kepenulisan yang perlu dikembangkan, yang dimiliki oleh warga Blitar yang memiliki pengalaman kerja sebagai buruh, untuk sekadar contoh adalah Arsusi Ahmad Samain alias Ida [asal Kecamatan Garum], Etik Juwita [juga dari Garum, yang kini masih bekerja di Hong Kong], dan bahkan Ketua [pertama] FLP Hong Kong, Endang Pratiwi, ternyata adalah seorang warga Blitar.

Ida Arsusi yang didaulat menjadi Ketua Panitia FESTIVAL SASTRA BURUH 2007 sudah mulai sibuk lobi sana, lobi sini, termasuk sering wira-wiri Garum – Kanigoro, karena yang digadang-gadang jadi ajang festival ini adalah Kampung Seni ’’Bagus Putu Parto’’ Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Blitar.

Adakah nilai ekonomis yang bisa kita petik dari acara itu? Tentulah ada. Kita bisa jualan buku, menjual karya kita, bahkan kalau perlu walau masih berupa fotokopian. Lebih dari itu, kita bisa pula memanfaatkan momentum ini sebagai semacam reuni [terutama bagi mereka yang sedang/sudah memutuskan menetap di tanah air], membangun komunikasi yang lebih baik [termasuk komunikasi bisnis], dan menunjukkan kepada banyak pihak bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang positif di luar dugaan mereka. Bukankah itu luar biasa?

Maka, untuk merayakan Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2007 ini, Ida dan kawan-kawan akan melakukan ’demonstrasi’ yang agak berbeda. []