This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 11 Januari 2012

Bisnis Salon Kecantikan

Butuh Keterampilan, Strategi dan Ketelatenan


Modal, keterampilan dan strategi pemasaran yang optimal merupakan syarat mutlak yang dibutuhkan saat anda membuka suatu usaha. Begitu pula bila anda ingin menggeluti bisnis salon kecantikan. Bisnis ini termasuk bisnis dengan pendapatan yang tidak dapat diprediksi. Tanpa ketiga hal tersebut, sangat mustahil bisnis ini mampu bertahan.
Membuka salon kecantikan sepertinya terlihat mudah. Sebagian orang berpikir bahwa mengelola bisnis ini hanya dibutuhkan peralatan dan tenaga saja. Padahal, bisnis salon kecantikan merupakan bisnis ‘elit’. Pertama, karena bisnis ini membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Untuk membuka salon sederhana dengan memanfaatkan rumah sendiri saja (tanpa sewa tempat), dana yang dibutuhkan berkisar Rp 10 juta hingga Rp15 juta. Modal tersebut paling banyak dipakai untuk membeli alat-alat salon yang sudah modern menggunakan tenaga listrik seperti steamer, hair dryer, catok, alat facial, alat keramas dan masih banyak lagi. Belum lagi perlengkapan pendukung lain seperti gunting, macam-macam sisir, meja rias, kursi, rak, kaca, dan etalase. Dan, berbagai obat-obat kimia yang dipakai seperti bahan keriting, creambath, facial, make-up dan sebagainya.

“Memang ada yang dijual dengan harga miring contohnya peralatan salon. Tapi, barang-barang murah itu justru cepat rusak. Kalau sudah rusak begitu malah membutuhkan biaya ekstra karena harus membeli peralatan lagi,” ujar Inge Magdalena, Kepala Sekolah Tata Rias dan Salon Rudy Hadisuwarno.

Kedua, dibutuhkan keterampilan dan kemampuan menata rambut dan kecantikan yang juga mahal. Sebelum membuka usaha salon kecantikan, anda harus memiliki keterampilan yang bagus tentang tata rias rambut, wajah dan tren kecantikan. Dan semua itu hanya dapat diperoleh dari pendidikan formal yang harga yang tidak sedikit.


“Di sekolah ini misalnya, untuk menguasai dasar-dasar potong rambut, pewarnaan, keriting, sanggul dan rebonding butuh waktu belajar selama 4 bulan dengan biaya sekitar Rp 4 juta untuk level pertama. Pada tahap ini sebenarnya sudah bisa membuka bisnis salon kecantikan, tapi belum maksimal karena orang tersebut beru memiliki kemampuan dasar saja,” sambung Inge.

Nah, untuk belajar ke tingkat lebih mahir, bisa melanjutkan ke tingkat lanjutan yakni level 2 dan 3. Siswa yang lulus 3 level ini setara dengan lulusan Diploma 3. Sehingga
menurut Inge, di Jakarta sendiri telah tersedia kuliah lanjutan (S1) bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang sarjana.

Selain keterampilan tata rambut si pemilik juga menguasai tata rias pengantin adat dan Eropa beserta tata cara adatnya atau menyediakan jasa spa. Karena biasanya, justru di bidang itulah yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

Ketiga, butuh strategi yang matang agar salon tersebut diminati pelanggan. Strategi ini sangat dipengaruhi oleh lokasi, tingkat kebutuhan penduduk sekitar dan kreatifitas pemilik dan pengelola salon. Misalnya saja dengan memberikan potongan harga bagi pelanggan tetap. Tanpa strategi pemasaran yang optimal, bisnis ini tidak akan mendapatkan pelanggan. Jika ini berlangsung secara terus menerus, maka lambat laun akan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Utamanya bila obat-obat kimia dan peralatan yang telah dibeli menjadi rusak dan kadaluwarsa.

“Selain ketiga hal tersebut, juga diperlukan ketelatenan atau kesabaran. Saya rasa ini paling penting untuk memulai usaha salon kecantikan. Artinya, si pemilik salon harus selalu menjaga loyalitas pelanggan dengan mementingkan kepuasan mereka dan selalu mengikuti perkembangan tren. Tanpa itu, besar kemungkinan salon tersebut tidak akan bertahan lama.” (kd)


Bisnis Salon Kecantikan

Sekolah tata rambut dasar: Rp 4 juta waktu 4 bulan
Modal awal : Rp 10-15 juta
Panghasilan/bulan : antara Rp 250 ribu-Rp 25 juta


Warkop Beromzet Jutaan

Jangan remehkan usaha warung kopi (warkop). Meski kelihatannya sepele, ternyata usaha ini bisa menghasilkan omzet hingga juta rupiah. Seperti yang dilakukan oleh pria muda berputra dua ini. Lulus SMU pada 1997 sebenarnya Almak Afandi (28) ingin melanjutkan ke jenjang yang lebuh tinggi. Namun karena terbentur biaya, Almak akhirnya banting stir dengan mencoba berwiraswasta membuka warkop. Lokasi di pinggir rel kereta Jl. Ahmad Yani kemudian dipilihnya karena dekat dengan jalan raya dan banyak orang berlalu-lalang. Bermodalkan Rp 1,5 juta, Almak nekat membuka warkop yang diberinya nama “WS” alias Warung Sepur, karena lokasi persis di pinggir rel kereta api.

Tak disangka, warkop milik Almak berkembang dengan pesat. Saat ini Almak memiliki 4 pegawai yang dibagai dalam 3 shift. Warkop sederhana ini ternyata beromzet Rp 600-800 ribu pada hari biasa, dan Rp 1 juta pada hari Sabtu. Warkop WS ini buka 24 jam dari Senin-Sabtu dan tutup pada hari Minggu.

Padahal Almak hanya menjual minuman, rokok, dan makanan kecl saja. Untuk minuman Almak menyediakan teh, es teh, es jeruk, jeruk panas, kopi, kopi susu, jahe, Extra Joss, Extra Joss susu, dan susu panas. Sedangkan makanannya, Almak hanya dititipi oleh para tetangganya yang berdagang makanan ringan dan kue seperti pisang goreng, tahu isi, donat, kacang goreng, serta tak lupa rokok.

Entah mengapa, daya tarik warkop Almak mampu menarik minat pengunjung yang rata-rata anak kuliahan. “Mungkin karena semua pegawainya masih muda-muda jadi asyik saja cangkruk di warung saya,” ungkapnya.

Dalam sehari, Almak melayani hingga 80 gelas minuman panas dan 40 gelas minuman dingin. Dari hasil jerih payahnya ini, Almak mampu membangun rumah dan menyekolahkan adiknya ke jenjang kuliah. Almak juga sudah memiliki usaha sampingan lainnya yaitu pengelasan untuk dalam air.

Sayangnya, kini warkop miliknya mulai banyak pesaing. Bila dulu warkop miliknya satu-satunya yang berada di sepanjang rel kereta Jl. A. Yani. Kini mulai bermunculan puluhan warkop baru.

Untuk itu Almak harus berputar otak agar warkop miliknya tetap laris. Salah satunya adalah dengan memberi hiburan musik lewat tape recorder. “Saya memang sengaja tidak memasang TV biar tidak mengganggu para tetangga karena banyak yang cangkruk disini. Saya pasang tape recorder dengan volume yang samar-samar saja sudah asyik kog,” urai pria ini.

Kiat sukses yang dimiliki Almak adalah selalu ramah dan berusaha dekat dengan pembeli. Almak mengaku rata-rata kenal dengan para pengunjung atau pelanggannya. Kedepan, Almak ingin lebih meningkatkan layanan warkop miliknya dengan menyediakan aneka jus. Karena tak hanya pria saja. Beberapa wanita juga mulai terlihat senang cangkruk di warkop miliknya. Ia tidak menyediakan makanan karena di sebelahnya sudah ada beberapa warung makan. “Rata-rata mereka hanya menginginkan minuman jus yang belum bisa saya sediakan kecuali es jeruk,” pungkasnya. [kd]


Jenis usaha: warung kopi
Modal awal: Rp 1,5 juta
Omzet: Rp 20-23 juta/bulan
Biaya operasional: Rp 10 juta/bulan
Biaya pegawai: Rp 500 ribu/orang
Kiat sukses: Ramaha pada setiap pembeli yang datang

Anita Kusumawati Ekspor Batik Kayu

Bekerja dengan hati. Itulah kunci sukses Arif Anita Kusumawati, perajin batik asal Sidoarjo, Jawa Timur yang telah berhasil mengaplikasikan motif batik pada kayu. Bisnisnya ini sangat digemari di Negara-negara tetangga. Seperti apa kisahnya? Menekuni bisnis dari hobi merupakan salah satu kunci sukses yang dimiliki Anita. Kecintaannya pada motif-motif batik membawanya menekuni bisnis batik sejak 1997. Bahkan saat wanita kelahiran Lumajang ini belum memiliki ketrampilan untuk membatik, ia telah jatuh hati pada batik. Sampai-sampai profesinya sebagai sekretaris di salah satu perusahaan pun ia tinggalkan untuk memulai bisnis ini. Semua itu ia lakukan untuk melestarikan produk khas Indonesia.

“Saya ingat waktu itu saya hanya punya uang Rp 500 ribu. Kemudian saya belikan kain dan perlengkapan untuk membatik,” ujarnya mengenang masa itu.

Dengan berbekal uang Rp 500.000 itu dan kenalannya saat mengikuti kursus bahasa di Konsulat Jepang, Anita mulai membangun bisnisnya. Proses produksinya harus ia lakukan sendiri.

“Kalau ingin sukses menekuni suatu bisnis kita memang harus mencintai dunia itu dan mau melakukan segalanya sendiri. Apalagi dengan modal kecil seperti itu,” wanti-wanti Anita.

Pemasarannya pun ia lakukan dengan cara gethuk tular alias dari mulut ke mulut. Yang menjadi sasaran promosinya adalah warga Negara asing. Ia juga meminta bantuan pada teman-temannya di Konsulat Jepang untuk menawarkan kain batik karyanya.

Cara yang ia terapkan itupun berhasil. Tak berselang lama ia menerima order pertamanya dari salah satu kenalannya di Jepang. Jumlahnya pun cukup banyak. Yaitu, mencapai 12 juta helai kain batik. Motif batik itu ia tuangkan diatas kain katun, primis katun, sutra ataupun santung. Dan itu harus ia selesaikan dalam waktu 1,5 bulan.

Lima orang kerabat yang membantu proses produksi itu tentu tak mampu menyelesaikan pesanan tersebut. Akhirnya, ia pun menyewa beberapa tenaga honorer untuk membantunya.

“Agak repot memang. Tapi syukurlah order itu bisa diselesaikan tepat waktu,” sambung Anita.

Untuk mendapatkan order berikutnya memang membutuhkan waktu cukup lama. Pada 1999 Anita mulai berani mengikuti pameran produknya di salah satu hotel berbintang empat di Surabaya. Ternyata caranya ini berhasil menarik pelanggan. Sedikit demi sedikit ia mulai kebanjiran order. Sehingga, ia jadi rajin ikut pameran. Sampai saat ini, sudah 30 kali ia menggelar pameran. Ketika di wawancarai pun Anita sedang menggelar pameran tunggalnya 4–12 Maret lalu di Hotel Hilton Surabaya.

“Cara ini memang paling efektif untuk memperkenalkan produk kita. Terutama bagi bisnis dengan orientasi ekspor,” ucap anak kedua dari empat bersaudara ini.

Pada tahun itu pula Anita mulai mencoba mengaplikasikan batik pada kayu. “Kayu itu kan lebih fleksibel dan multifungsi. Jadi saya berani mencoba untuk mengaplikasikan batik ini pada kayu,” terangnya tentang _las an mengapa ia pilih kayu.

Saat pertama mencoba sulit memang. Tapi ia pantang mundur. Tekadnya untuk membuat sesuatu yang baru pada batik mengalahkan segalanya. Ternyata hanya beberpa kayu Jawa saja yang cocok di batik. Cocok disini berarti cocok bentuk, warna maupun baunya.

“Mengaplikasikan batik pada kayu memang sangat sulit. Karena motif yang telah ia lukis pada kayu tidak bisa dihapus layaknya pada kain. Jadi tingkat kegagalannya mencapai 10 hingga 15 persen,” papar perempuan yang masih memilih melajang ini.

Usahanya pun membuahkan hasil. Kayu-kayu polos yang dibelinya pada produsen mebel itu dibentuk indah dengan motif batik. Beragam desain tradisional batik telah ia modifikasi menjadi motif baru. Seperti figura foto, kalender, hiasan meja dan dinding sampai perlengkapan makan seperti piring, gelas, nampan dan sumpit. Ia bahkan membuat sebuah peta Indonesia yang ia tuangkan pada kain menjadi sebuah taplak atau pajangan dinding nan eksotik.

Produk barunya ini mendapat sambutan yang hangat. Para pelanggannya di Jepang sangat antusias menerima batik kayu bikinannya. Order pun mengalir deras. Saat ini ia juga telah mengekspor batiknya hingga ke Swedia, Italia dan Australia. Belakang pasar Hongkong pun sedang di jajalnya. Setiap bulannya omzet bisnis Anita berkisar Rp 20 juta dengan tingkat keuntungan sekitar 30 persen.(Nuy Harbis)


Prinsipnya Bekerja Dengan Hati

Selain bersikap sabar dan tekun menjalani bisnisnya, Anita menerapkan prinsip bekerja dengan hati. Terutama dalam hal pemasaran. Artinya, segalanya tak perlu diukur dengan uang. Meski produknya tak laku pun tak jadi soal.

“Kita harus ramah pada siapapun yang ingin melihat produk kita. Bukan uang ukurannya. Kalau kita menganggap seseorang tidak punya uang atau tidak akan beli lantas tidak dilayani. Jangan melihat dari fisik seseorang,” ucap alumnus Teknik Manajemen Untag ini.

Begitu pula dalam hal produksi. Anita mengutamakan perasaannya untuk menciptakan motof-motif batik buatannya. Anita banyak terinspirasi desain asal Bali. Ia juga harus peka terhadap keinginan pelanggannya di masing-masing Negara. Kualitas dan selera harus diperhatikan.

Pelanggannya di Jepang menyukai warna-warna soft seperti coklat dan terkadang biru. Sementara Swedia memilih produk batik dengan nuansa biru, dan Italia menyukai warna mencolok seperti merah, kuning, hijau dan biru. Sedangkan Australia lebih suka warna-warna kombinasi.

Untuk menjaga kualitas pun ia harus menemukan cara agar produk peralatan makannya tidak berbau dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Setelah dibatik, ia melakukan coating. Yaitu memberi lapisan akhir pada kayu agar tahan panas dan dingin. “Semua produk batik kayu ini kita kondisikan tidak berbahaya bagi anak-anak. Jadi semua harus di-coating,” tambahnya.[Nuy Harbis]

Modal Awal :Rp 500.000
Omzet per bulan: ± Rp 20 juta
Keuntungan per bulan: ± 30 persen
Kiat sukses: Bekerja dengan hati

Selasa, 10 Januari 2012

Hj. Faiqah Esmail, Pelopor Kampung Batik Jawa Timur

Kalau kita mengingat kata-kata “batik”, pikiran kita langsung melayang ke mana? Apakah Jogja, Solo, atau Pekalongan? Tapi kalau ternyata Surabaya punya kampung batik, tentu ini berita baru. Jangan salah, baru-baru ini, tepatnya tanggal 4 Mei 2008, di Surabaya ada satu wilayah yang dicanangkan sebagai Kampung Batik Jawa Timur oleh Walikota Surabaya Bambang D.H. Diharapkan kampung batik ini bisa menjadai ikon Surabaya dan Jawa Timur. Penghargaan pun diberikan oleh Wali Kota kepada Camat Genteng Bambang Udi Ukoro dan Hj Faiqah Esmail sekaligus mencanangkan Kawasan Tambak Dukuh I sebagai kampung batik.

Hj. Faiqah Esmail, adalah wanita yang memiliki ide awal mendirikan Kampung Batik Jawa Timur. Ini bermula ketika pada Juni 2007 lalu, wanita yang akrab dipanggil Faiqah ini berkunjung ke Solo. Dia kagum melihat perkembangan batik disana yang didukung penuh oleh masyarakat dan pemerintah. “Padahal di lingkungan saya di Kawasan Tambak Dukuh masyarakatnya sudah menjadi penjahit batik selama 20 tahun. Tetapi mereka belum memiliki inisiatif untuk membuat kampung batik seperti di Solo,” ungkapnya di show room miliknya.

Pulang dari Solo, Faiqah segera mengumpulkan para perajin batik di Jatim. Ia mengorbankan rumahnya untuk menjadi show room batik yang memamerkan batik hasil buatan para perajin dari seluruh Jatim. “Total ada 16 corak batik dari 16 kabupaten di Jatim yang dipamerkan dan dijual disini,” terangnya.

Tidak itu saja, Faiqah saat ini juga mampu menggairahkan kembali para penjahit batik di Kampung Tambak Dukuh Gg I. Sejak kampung ini dicanangkan sebagai “Kampung Baik Jatim”, para penjahit yang telah menempati lokasi tersebut sejak 20 tahun lalu mengaku kebanjiran order. Kampung yang punya ikon batik yang diberi nama Cak Mogen yang artinya pria pekerja keras. Harapannya nama ini bisa memberi semangat masyarakat Tambak Dukuh untuk giat bekerja. Bahkan di atap-atap rumah di kampong tersebut, kini telah dihiasi dengan lukisan batik dari 16 kabupaten di Jatim.

Puncak keberhasilan wanita asal Madura ini adalah dengan diraihnya Rekor MURI sebagai pembuatan logo batik raksasa pada 4 Mei lalu. Batik raksasa bermotif logo Kota Surabaya itu berukuran 9,8 x 19,4 meter yang dikerjakan selama 15 jam oleh 15 orang.

Kini, tiga di antara delapan anaknya mengembangkan bisnis yang sama. "Mereka sekarang mengembangkan usaha ini di Madura," jelasnya.

Tak hanya melayani pasar lokal, bisnisnya sudah merambah ke luar negeri. Pesanan dari Malaysia, Myanmar, dan negara Asia lainnya sering diterima. "Pokoknya, begitu ada pesenan, langsung saya kirim," tegasnya.

Padahal, Faiqah baru memulai usahanya pada 2002. Namun, dalam tempo relatif singkat, kini dia sudah memiliki 43 pekerja.

Bagi yang ingin belajar batik, Faiqah membuka show room-nya lebar-lebar. Siapapun boleh belajar membatik secara gratis ditempatnya. “Silakan bagi yang mau belajar membatik. Apalagi bila yang punya kemauan belajar anak-anak muda. Karena siapa lagi yang akan melanjutkan budaya bangsa ini kalau bukan generasi muda kita,” ungkapnya.

Paham Sejarah Batik
Kecintaan Faiqah pada batik tidak tanggung-tanggung. Ia bahkan khusus belajar tentang sejarah batik. Ini diawali saat Negara Malaysia mengklaim bahwa batik adlaah miliknya. Hati Faiqah berontak, ia pun mengumpulkan beragam informasi tentang sejarah batik. “Saya mengumpulkannya dari perpustakaan dan internet. Saya sampai minta tolong anak saya untuk buka internet karena saya nggak tahu caranya,” kelakarnya.

Dari sana ia mendapatkan informasi, bahwa batik berasal dari kerajaan Tarumanegara. Dimana kala itu Raja Tarumanegara menemukan batik dari firasat mimpi. Hingga kemudian dia menggunakan peralatan dan bahan seadanya untuk membuat batik.

Tidak itu saja, Faiqah juga mengoleksi batik-batik tua. Di showroomnya, batik-batik tua ia pigura dan dipajang di tembok-tembok showroomnya. Ia hanya berharap, mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk tetap melestarikan batik ini. “Semoga kampong batik ini tidak punah dimakan zaman,” harapnya.[dewi]

FOTO: Batik Bojonegoro [Desa Jono, Kecamatan Temayang]

Minggu, 08 Januari 2012

PENIPUAN MODUS BARU

BI sdh memblokir 1.702 rekening yg disinyalir merupakan rekening utk menampung hasil kejahatan dengan nilai Rp 3.2 milliar (baca detik.com) 1. Sms minta pulsa, sms transfer ke rekening tertentu ini sdh ber-evolusi menjadi sms masuk dgn kalimat : hi ini siapa ya? Atau sms minta nama & alamat seolah mau kirim undangan nikah, yg membuat org iseng sms balik utk tanya balik dan dgn otomatis akan register content 2rb/sms tiap hr kena potong.

2. Sms nawarin e-ticket pesawat dgn harga murah: jika kita terjebak, mrk akan tanya nama, umur, tujuan & data detail, mrk akan book sesuai permintaan & akan minta kita check sendiri ke maskapai utk menyakinkan nama kita sdh ter-booked di slh satu penerbangan, setlh kita check & mmg bnr sdh ter-booked, mrk akan minta kita bayar, setlh bayar maka mrk akan lgsg cancel ke maskapai yg sdh kita book, akhirnya kita tdk akan dpt ticket tsb

3. Sms penawaran hp/electronic murah: sama modus nya, begitu kita reply sms nya kita akan otomatis ter-register content & akan terpotong 2 rb/sms tiap hr kena potong.

4. Pura2 ☎ slh sambung & missed call, mrk akan sms minta maaf salah ☎, kalo kita iseng ladenin sms bilang : g>:/ pa2, maka otomatis akan ter-register content lg yg kena 2 rb/ sms setiap hr kena potong ( ZR ) met pagi man teman.. Have a nice day..... salam*


Informasi buat teman semua yg saya copy dari teman di FB (Yuntri Djunaedi), mudah2an ada manfaatnya.

--dikopipaste dari FB Pak DH Abadinar