This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 25 September 2009

Budidaya Buah Naga [2]

Cara Budidaya yang Baik untuk Produktivitas

Buah naga mudah sekali tumbuh. Meski begitu, penerapan teknik budidaya yang baik menjadi kenicayaan agar tinggi produktivitasnya dan bagus kualitas buahnya sehingga memberikan keuntungan optimal. Untuk itu, serangkaian proses mesti dilalui, meliputi penyiapan lahan dan perlengkapan tanam, penyiapan bibit, penanaman, pemupukan, pembumbunan, penyiraman, pemberantasan hama dan penyakit, pemangkasan, dan seleksi bunga dan buah.


Ada 2 sistem budidaya, menurut Tulus Subagyo. Yakni, sistem tunggal dan sistem jemuran (ganda). Dua sistem ini punya kesamaan, yakni pemakaian pilar beton untuk menyangga tanaman karena buah naga merambat. Dalam sistem tunggal, pilar ditanam sedalam 30 cm. Ukuran pilar adalah tinggi 2 m, bersisi, dan lebar tiap sisi 10—15 cm. Tiap sisi ditanam 1 bibit yang disiapkan lewat setek. Sehingga, untuk 1 pilar ditanam 4 bibit. Di atas pilar diberi ban yang disilang besi cor.

Dalam sistem ganda, dibuat bedeng berukuran panjang 4 m, lebar 1,5 m, dan tinggi 40 cm. Jarak tanam antarpilar 2 m. Tanaman dibuat berhadapan. Jarak antarbibit 30 cm. Tiap 1 bedeng ditanami 26 bibit. ’’Sistem ini lebih irit dan bisa menampung bibit lebih banyak,’’ kata Tulus.

Pupuk
Pupuk sangat penting karena buah naga rakus nutrisi. Jika kekurangan pupuk, batang akan kecil. Akibatnya, produksi terganggu. Pemupukan buah naga dilakukan saat awal tanam, sebelum setek terlalu besar.

Selanjutnya, tiap 3 bulan sekali hingga akhir produksi (15 - 20 tahun), tanaman dipupuk dengan kotoran sapi/kambing per tiang 30 kg. Kemudian, untuk merangsang bunga, menjelang pembumbunan sekitar Agustus - September, ditambahkan unsur fospor dan kalium organik 2 kali/bulan selama 2 bulan.
Saat berbuah, pupuk kandang tetap diberikan 2 minggu sekali. Pembumbunan tanah dilakukan untuk merangsang pertumbuhan akar di punggung batang. Ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan.

Penyiraman
Tanaman buah naga sangat memerlukan air, tapi tidak boleh terendam karena akan menyebabkan batang busuk. Penyiraman dilakukan hanya jika tanah kering. Hanya saja, pada 10 hari pertama tanam, perlu dilakukan penyiraman secara ekstraintensif dengan cara mengocorkan air ke lubang tanam sebanyak 5 liter per 2 lubang tanam.

Hama & Penyakit
Hama dan penyakit ganas jarang ditemukan. Paling banter hanya yang menggigit bakal buah sehingga cacad. Saat awal tumbuh, semut, belalang, atau bekicot biasanya memakan tunas muda dan mengisap cairannya. Ini berakibat pertumbuhan stagnan selama 1 bulan sebelum tumbuh lagi. Karena itu, pangkas tunas yang terserang. Maka, proses tumbuh tunas baru sekitar 3 minggu lebih cepat. Hewan pengganggu itu diatasi dengan insektisida.

Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan saat tanaman berusia 7 bulan. Yang dipangkas adalah bagian ujung atas tunas-tunas baru. Ini dilakukan untuk merangsang bunga. Pemangkasan juga dilakukan setiap 2 minggu. Yang dipangkas adalah tunas-tunas di pangkal tanaman. Semua dibuang, kecuali calon sulur buah.

Seleksi Bunga & Buah
Setelah 7 - 9 bulan, bunga yang akan jadi buah bermunculan. Agar buah besar, bunga perlu diseleksi. Pada 1 sulur hanya dipertahankan 1 - 3 buah. Caranya, rompes bunga ukuran kecil dan yang cepat mekar. Bunga yang kecil dan bunga yang cepat mekarnya biasanya menghasilkan buah yang kecil.

Bagaimana jika ukuran bunga seragam? Pilih bunga yang di ujung sulur karena relatif lebih banyak mendapatkan hara. [KUSWINARTO]


Potensial Jadi Produk Olahan yang Menyehatkan

Buah naga memang enak dikonsumsi dalam kondisi segar (fresh). Namun, tidak menutup kemungkinan jika dibuat makanan/minuman, olahan buah ini bisa menjadi komoditas yang memiliki nilai jual tinggi.

Buah naga tidak saja enak dikonumsi, tetapi juga mengandung khasiat yang dapat menyembuhkan banyak penyakit. Manfaat bagi kesehatan ini saja sudah menjadikan buah naga berpotensi dijadikan produk olahan sebagaimana banyak buah-buahan lain yang telah dijadikan berbagai macam produk olahan.

Keterangan Dokter

Menurut dr. Ira Setya Waty Subagyo, istri Tulus Subagyo, buah naga memiliki banyak kegunaan bagi kesehatan karena dalam daging buahnya terkandung protein, fat, crude fiber atau serat, beta carotene, kalsium, zat besi, vitamin B1, vitamin C, dan ribofvlavin.

Dijelakan Ira, Protein penting untuk pertumbuhan sel tubuh selain mempercepat proses penyembuhan luka dan tumbuh-kembangnya balita. Fat dalam jumlah kecil merupakan komponen pendukung bagi perkembangan sel syaraf, terutama sel otak. Sementara itu, crude fiber/serat memudahkan buang air besar dan mencegah sembelit sehingga fungsi pencernaan terjaga dengan baik. Kanker usus pun dapat dicegah secara dini. Dalam buah naga kandungan serat ini cukup tinggi.

Beta carotene penting untuk retina dan mencegah rabun senja. Beta carotene juga berperan penting dalam menjaga kondisi struktur sel epithel dan pertumbuhan tulang, sedangkan kalsium berperan penting dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang, dan zat besi penting dalam peredaran sel darah merah sehingga mencegah anemia (kurang darah).

Adapun vitamin B1, vitamin ini berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme karbohidrat, vitamin C berperanan dalam menjaga elastisitas dan kehalusan kulit, sedangkan ribofvlavin berperan dalam sintesis asam nukleat. Juga berpengaruh pada pematangan sel dan pemeliharaan integritas jaringan syaraf.

Khasiat Lain
Tak hanya itu, menurut Ira, masih banyak khasiat lain dari buah naga. Karena mengandung antioksidan alami, buah naga juga dipercaya bisa melawan penyakit hati. Bahkan, berdasarkan hasil penelitian, buah naga juga berkhasiat sebagai obat untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah, menguatkan fungsi ginjal, penyeimbang gula darah, menyembuhkan panas dalam, dan sariawan.

Kata Ira, buah naga juga dapat meningkatkan dayatahan tubuh, mengurangi tekanan emosi, menetralkan toksin (racun) dalam darah, turunkan kadar lemak, menyembuhkan asam urat. Selain itu, buah naga juga dapat mengurangi keputihan pada wanita.

Pengolahan buah naga bisa menghasilkan produk olahan yang lezat sekaligus bikin badan sehat karena dapat juga berfungi sebagai obat. Dan tentu, produk olahan ini rasanya tak mungkin harganya lebih rendah ketimbang buah naga segar. [KUSWINARTO]

Budidaya Buah Naga [1]

Untung Rp 6,5 Juta/Bulan di Tahun Pertama

Seperti apa rasa buah naga, ini masih asing bagi banyak orang Indonesia. Sebab, nama buahnya saja—buah naga—masih terdengar asing di telinga. Maklum, tak seperti jeruk atau mangga, buah naga tak dijual di banyak tempat. Hingga kini, buah naga hanya dijual di beberapa supermarket dan toko buah. Bagaimana peluang bisnis buah ini?


Buah naga (dragon fruit) ukurannya agak besar dan saat matang bentuknya oval. Buah yang juga dikenal dengan nama pitahaya ini beratnya sekitar 200--800 gram/buah. Saat matang, daging buah ini berlendir. Rasanya manis, segar, dan sedikit asam. Di dalam daging buah terdapat banyak biji kecil. Biji-biji itu terlihat seperti wijen. Buah naga sangat enak dikonsumsi dalam kondisi fresh. Sehingga, buah ini sangat baik disimpan di dalam kulkas.

Tanaman buah naga masuk kategori kaktus epiphytic. Artinya, batang tanamannya sebagian terpendam di dalam tanah (bisa mencapai 15 cm), sebagian lagi di atas tanah. Bagian batang yang di atas tanah merambat dan bisa menjulur sampai panjang. Bahkan, pemberian nama ’buah naga’ itu sendiri konon karena tanaman ini menjulur, mengingatkan pada naga (ular).

Meski jumlahnya belum banyak, di Indonesia telah ada pembudidaya buah ini. Hingga kini, ada 4 varietas yang bisa dibudidayakan, yakni buah naga berdaging putih, kuning, merah, dan buah naga berdaging hitam (super red).

Keuntungan yang didapat pembudidaya lumayan besar. Karena, dari pembudidaya, harga jual buah naga cukup mahal. Tulus Subagyo, pembudidaya buah naga hitam (super red) dari CV Tirta di Perum Graha Dewata Blok FF1 No. 1 Joyo Agung, Kota Malang, mengatakan harga jual buah naga (petik kebun) rata-rata Rp 15.000/kg. ’’Harga jual tertinggi Rp 35.000 per kg. Sementara saat booming, harga jualnya Rp 10.000 per kg,’’ ungkap dia.

Setiap pohon buah naga rata-rata mampu menghasilkan 25—30 buah. Jika beratnya 200--800 gram/buah, berarti dapat dihasilkan buah naga sebanyak 5—24 kg/pohon. Jadi, dari 1 pohon saja, akan diperoleh pendapatan sebesar Rp 75.000—Rp 360.000 jika harga jualnya rata-rata Rp 15.000/kg. Jika pas harga jual tertinggi (Rp 35.000/kg), pendapatan dari 1 pohon sebesar Rp 175.000—Rp 840.000. Saat harga jual rendah (saat booming), yakni Rp 10.000/kg, pendapatan dari 1 pohon pun masih lumayan, yakni Rp 50.000—Rp 240.000.

Itu baru dari 1 pohon! Sementara di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Suwarno yang membudidayakan buah naga kuning sudah beberapa kali panen. Hasil tiap kali panen rata-rata mencapai 17 ton/ha. Lha, hitung sendiri itu berapa kalau dirupiahkan!

Untung Berlipat
Menurut Tulus Subagyo, buah naga termasuk jenis tanaman yang tak mengenal musim. Maksudnya, tanaman ini berbuah sepanjang tahun. ’’Pada produksi penuh, tanaman buah naga ini sirkulasinya mencapai 5—7 kali pembuahan/tahun,’’ ungkap mantan TKI Jepang ini.

Tulus mengemukakan budidaya buah naga sangat prospektif. Itulah sebabnya dirinya semakin serius menekuni budidaya buah ini. Kata dia, jika menanam 1000 bibit saja, pada panen tahun pertama akan diperoleh pendapatan bersih per bulan sebesar Rp 6,5 juta. Pendapatan itu sudah benar-benar bersih karena sudah dikurangi ongkos budidaya, tenaga, dan lain-lainnya.

Menariknya lagi, dan ini yang membuat Tulus semakin bergairah membudidayakannya, berdasarkan pengalamannya, Tulus mengatakan bahwa keuntungan dari tanamam ini tiap tahun berlipat dan akan terus berlipat hingga tanaman berusia 15 tahun.

Jika tanam 1000 bibit dan memperoleh pendapatan bersih Rp 6,5 juta/bulan pada tahun pertama, pada tahun kedua pendapatan bersihnya menjadi sebesar Rp 14 juta/bulan. ’’Begitu. Dan seterusnya akan berkelipatan sampai 15 tahun, bahkan 20 tahun,’’ kata dia.

Bagaimana keuntungan bisa meningkat drastis seperti itu? Tulus menjelaskan, itu karena sulur-sulur produksi pada tanaman buah naga semakin lama semakin banyak. Bertambah banyaknya sulur produksi itu membuat tanaman akan menghasilkan buah yang semakin banyak pula. [KUSWINARTO]

Sate Cempe [3]

Gampang Diolah

Saban hari kedai ’Sate Kambing Barongan’ milik Unik dan istrinya itu selalu dipenuhi pelanggan. Utamanya pada jam makan siang dan makan malam. Padahal, sang pemilik kedai yang dibukanya selama 24 jam non stop ini mengaku tak punya resep khusus. Padahal, jalinan dagingnya terasa begitu empuk dan sama sekali tak berbau amis khas daging kambing.

’’Kalau resep khusus nggak ada. Ini sama saja seperti sate biasanya,’’ aku Unik.

Bumbunya pun sama seperti bumbu sate pada umumnya. Yaitu, bumbu kecap dengan sedikit kacang tanah yang ditumbuk halus lalu diberi irisan bawang merah. Begitu pula dengan bumbu sebelum dagingnya dibakar. ’’Hanya dicelupkan di dalam air kecap saja sebelum dibakar,’’ sahutnya.

Para pelanggan yang datang pun ari berbagai daerah. Contohnya saja Joko dan Maliki asal Gresik. Mereka selalu mampir bila lewat Sepanjang. ’’Yang paling enak satenya. Karena bumbunya meresap dan dagingnya empuk,’’ aku Joko (27) yang bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Memang, tekstur daging mudanya (cempe-Red) yang empuk membuat Unik tak perlu menghabiskan waktu lama untuk mengolah masakannya. Begitu pula dengan resep gule hasil racikan sang istri.

’’Untuk menghilangkan aroma kuat daging kambing Saya pakai serai yang dimemarkan lalu digongso bersama bumbu selama satu jam,’’ ungkap anak kedua dari lima bersaudara ini.

Satu-satunya kelebihan yang selalu dipegang teguhnya adalah menyediakan makanan fresh alias bukan sisa kemarin. Pasalnya, daging kambing yang diolahnya jadi masakan adalah daging kambing muda yang baru saja di potong.dan diolah saat ada pesanan. Kambing muda yang baru dipotong pun ia pajang di depan kedai agar pelanggannya tahu bahwa daging yang mereka olah benar-benar fresh from the opened. Di depan pelanggannya pla daging kambing itu baru mereka iris sebanyak yang dipesan pelanggan.

Nah, lantaran kedainya buka selama 24 jan non stop, maka tak terhitung pula berapa kali mereka memasak panganannya. Setiap kali masak mereka membuat 6-7 panci berukuran besar. ’’Pokoknya begitu ada pesanan dagingnya baru kita iris lalu dibakar. Begitu juga dengan gulenya. Begitu mau habis kita buat yang baru lagi. Begitu seterusnya tanpa mengenal jam. Jadi, pelanggan mau datang jam berapapun untuk beli pasti Kita layani.’’

’’Daging gulenya empuk. Tapi sepertinya yang masak gule ganti-ganti, makanya rasanya juga beda-beda,’’ tutur Hari (56), pegawai Terminal Bungurasih yang hampir setiap malam mampir.

’’Kadang-kadang kasinen,’’ sahut sang istri, Sri Endang Lestari (51) yang tinggal di Menganti, Gresik ini. [NUY HARBIS]

Sate Cempe [2

Selalu Berusaha Familier pada Pelanggan

Membuka usaha kedai sate hingga meraih omzet mencapai Rp 200 juta memang tak mudah. Jika ditanya tentang kiat bisnisnya untuk meraih sukses seperti sekarang Unik hanya menjawab bahwa ia lebih mengdepankan kejujuran ketimbang manajemen untuk mengelola keuangannya. Bahkan, sang pegawai pun lebih sreg disebutnya sebagai rekan kerja.


’’Saya selalu berusaha untuk melatih diri dan menanamkan kejujuran di benak rekan kerja Saya. Sehingga, semuanya (pegawai-Red) bebas untuk pegang kasir. Nggak harus dipegang oleh satu orang atau istri Saya saja. Siapapun yang ingin pegang boleh,’’ terang Unik.

Malah, kalaupun sang rekan kerja ingin makan sate saban hari atau mencuri uang hasil jerih payahnya pun Unik tak ambil pusing. ’’Mau makan sate silahkan ambil, kalau mau nyolong ya ayuk. Tetap Saya biarkan pegang kasir. Tapi Saya batasi ruang geraknya dan Saya awasi dari jauh,’’ tukasnya.

Karena berpegang pada kejujuran itulah Unik mengaku tak pernah mencatat hasil pemasukannya hari itu. ’’Yang penting cukup untuk makan dan mencukupi kebutuhan anak, istri dan rekan kerja Saya itu saja sudah cukup,’’

Selain itu, kesuksesan yang diraih itu diakui Unik merupakan hasil dari liputan wartawan. Ia meraa sangat beruntung karena sejak diliput oleh sebuah televisi lokal kedai satenya jadi ramai dikunjungi pembeli. Yang semula hanya laku 3 – 4 kambing saja mulai mencapai 10 – 20 kambing. Bahkan, setelah liputan kedua televise lokal yang baru berdiri beberapa bulan ini ia mampu menghabiskan sampai 40 kambing setiap malam.

Terakhir, dalam hal pelayanan kedai ’Sate Kambing Barongan’ adalah kunci utama. Pasalnya, pria ini menerapkan asas kekeluargaan dalam memberikan service¬-nya. ’’Soal pelayanan kepada pembeli bukan lagi kunci utama tapi sudah fardlu ‘ain. Yang penting itu merasa familier. Entah itu menyapa duluan atau assalamu’alaikum, masiyo nggak kenal tapi berusaha untuk selalu akrap supaya pembeli itu merasa nyaman,’’ ungkapnya.

Saking akrabnya, Unik pun bersedia terjun langsung untuk memindahkan mobil atau menyeberangkan pelanggannya tanpa ditarik biaya. ’’Maklum, kedai saya nggak punya lahan parkir. Jadi kalau waktu makan siang parkirnya sampai menutupi kantor-kantor di sekitarnya. Ini juga yang membuat saya merasa sungkan sama mereka,’’ keluhnya.

Karena itulah, Unik memiliki obsesi untuk membuka satu cabang yang letaknya tak jauh dari kedainya sekarang namun dengan lahan parkir yang luas. Selain itu, ia juga berharap bisa membawa kedua orangtuanya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini sebelum ia berangkat haji bersama istri dan anaknya. ’’Amin. Mudah-mudahan bisa terkabul. Itu memang keinginan Saya.’’ [NUY HARBIS]

Sate Cempe [1]

Jualan Sate Cempe, Raih Omzet Fantastis!

Pengin kaya mendadak? Anda bisa coba ikuti jejak Pak Unik (45), begitu ia akrab disapa, pedagang sate cempe yang baru 7 bulan ini bisa menikmati kesuksesan setelah enam tahun jungkir-balik. Pemilik ’Sate Kambing Barongan’ di Jl Wonocolo 65, Sepanjang, Sidoarjo ini pernah terbelit hutang hampir senilai Rp 1 milyar gara-gara usahanya ini. Apa ya kunci suksesnya?

Berbisnis makanan hingga saat ini memang menjadi ladang bagus yang masih bisa digarap. Meski awalnya harus jungkir-balik, bila mau berusaha dan tawakal, sukses pasti bisa tergenggam. Seperti Unik yang memulai usahanya berdagang sate cempe (kambing muda-Red) pada 2001 ini. Bayangkan saja, usaha yang dimulai dari sebuah warung kecil di Pasar Sepanjang itu kini telah menghasilkan omzet Rp 100 juta per hari. Pendapatan itu diperoleh dengan cara berjualan selama 24 jam. Tapi, untuk meraih sukses harus dilaluinya dengan jungkir-balik dulu selama 6 tahun lho…!

Ayah satu anak ini memang tak patah semangat untuk menjalankan bisnisnya berdagang sate cempe. Sejak berdagang di sebuah warung di Pasar Sepanjang, ia banting tulang dari pagi hingga pagi lagi untuk mencari rejeki bagi istri dan Yusuf (14), anaknya. Betapa tidak, mulai pukul 06.00 –18.00 WIB Unik menggelar dagangannya di Pasar Sepanjang. Lalu, pada pukul 18.00 hingga 02.00 dini hari ia ganti menggelar dagangannya di sebuah warung tenda di depan Jl Wonocolo 65 tempat kedai ’Sate Kambing Barongan’ miliknya kini. Cita-citanya waktu itu cuma satu, yaitu punya kedai yang bisa buka 24 jam. Untuk mewujudkan niatnya ini kedai satenya sengaja berdiri tanpa pintu.

’’Dulunya dalam sehari hanya bisa habis 1 kambing saja. Lama-lama meningkat jadi 2, 3, 10 bahkan 40 per hari seperti sekarang,’’ ujar Unik memulai kisahnya.

Tapi, untuk mendapatkan hasil seperti sekarang Unik harus rela mengalami kerugian hingga jumlahnya mencapai Rp 1 milyar. Bahkan ia harus rela menjual harga dirinya. Wah, kok bisa ya?

’’Yang namanya merintis Saya sudah sering jatuh bangun sampai terbelit banyak hutang gara-gara usaha ini,’’ sahutnya.

Ceritanya, saat Unik berdagang di pasar dulu ia sempat jadi boreg (bandar -Red) arisan. Saat pertama berdagang sate, Unik mengaku tak punya modal sedikitpun. Untungnya, ada orang yang juga pengusaha kambing mau bekerjasama untuk menyediakannya seekor kambing muda. Tapi sayang, baru sekali memberi modal kambing sang juragan (begitu ia menyebutnya-Red) tak mau lagi membantunya lagi. Maka, uang hasil arisan pun mulai digerogoti. Ia kerap mengalami kerugian. Untuk menutup kerugian dan biaya hidupnya ia dana yang telah dihabiskan mencapai hampir Rp 1 milyar. Alhasil, saat uang arisan itu diminta oleh sang pemiliknya Unik pun kalang-kabut. Harta bendanya pun habis dijual untuk menutup uang yang telah dipakainya. Rumah, dua mobil dan berbagai tanahnya pun terpaksa terjual. ’’Saking parahnya, harga diri saya juga ikut terjual,’’ sambungnya.

Betapa tidak, gara-gara itu ia harus dimaki dan dicemooh seluruh pedagang pasar. Alhasil, ia harus hidup terlunta-lunta selama lima tahun lebih untuk mengembalikan uang tersebut. ’’Sampai sekarang saja masih ada yang belum saya kembalikan. Mereka ini teman saya. Jadi mereka bilang, biar saja dipakai dulu untuk modal saya usaha,’’ akunya polos.

Ia pun kembali putar otak agar usaha yang jadi tumpuan hidup keluarganya itu tak mandeg. Beruntung, ada juragan lain yang mau meminjamkan dua kambing potongnya untuk menggelar kedai satenya kembali. Unik pun dibantu sang istri dan anaknya untuk berjualan sate. ’’Setelah dagangan dua kambing Saya ini laku dan juragan kasih saya dua kambing lainnya, baru saya bayar dua kambing yang pertama. Begitu seterusnya sampai saya bisa mandiri,’’ papar pria yang menikah pada 1991 ini.

Hingga akhirnya penghasilannya meningkat secara fantastis sejak awal tahun ini. Omzet setiap harinya saja mencapai Rp 6 – 8 juta dari hasil 30 – 40 ekor cempe yang terjual. Setiap cempenya mampu menghasilkan 200 tusuk sate yang dijualnya Rp 10 ribu tiap 10 tusuk dan juga gule yang dijual seharga Rp 5 ribu. Atau, setiap bulannya mencapai Rp 200 juta. Tak heran, satu per satu harta benda mulai dikumpulkan. Mulai rumah, tanah dan kendaraan telah ia miliki. Sebuah bangunan yang dibelinya seharga Rp 60 juta yang kini dipakainya untuk kedai pun sanggup terbeli. Malah, ia sanggup menggaji rekan kerjanya (pegawai-Red) sebanyak 18 orang. Sangat menggiurkan bukan? Semua ini diakui Unik bisa teraih atas rida Allah. [NUY HARBIS]