This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 30 Desember 2012

SELAMAT TAHUN BARU 2013

Selamat! Kita sudah memasuki tahun yang baru. Jangan lupa bersyukur, Yang Mahakuasa telah memberikan kepada kita kesempatan untuk meghirup udara tahun baru (2013) ini. Dan berdoalah kita, semoga udara yang kita hirup semakin bersih dari segala bibit penyakit. Dan dengan semangat makin membaja kita tantang masa depan yang jauh membentang. Bukankah peta sudah dibuat, dan segala bekal semakin siap? Lalu dengan kerja kita bentangkan layar. Sebab harapan...

Kamis, 13 Desember 2012

Siska Sumartono: ”Barang Kita harus Limited Edition”

Selama ini sulam sering berkonotasi jadul. Maka, ibu 3 anak ini ingin sulam digemari anak-anak muda. Melalui label Sari Ronche miliknya, ia mulai mengaplikasikan sulamannya itu pada celana jeans, rok jeans, overcoat dan blus kerja wanita.Tak ayal, segala jenis produk buatannya bisa bernilai jual tinggi. Siska menunjukan salah satu aplikasi sulam pada baju Semula, istri Stefanus Sumartono ini tak pernah membayangkan kalau keahliannya menyulam sejak...

Rabu, 05 Desember 2012

Sahani: Berjuang bersama Petani

Mencari kios Sahani bukan pekerjaan mudah. Kios di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Jongkang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini, letaknya memang agak menjorok ke dalam. Sebuah patung perempuan bercaping dengan keranjang berisi hasil bumi di tangan kanannya, terpajang di halaman. Apa sih sebenarnya Sahani itu? Sejak memasuki halamannya, kita akan merasa bahwa kios ini bukan kios seperti pada umumnya. Pada dinding depan terpajang baliho besar...

Batik Trenggalek yang Dulu pernah Berjaya Makin Ludes Digerus Batik Pabrikan

Trenggalek pada masa 70-an sampai 80-an cukup dikenal dengan kerajinan bathik tulisnya. Bahkan ada nyanyiannya yang cukup popular yaitu nyanyian Kutha Trenggalek … kalokeng rat produksi batik Tenggalek , tempene alen-alen tekan manca praja… itu merupakan sepenggal bait nyanyian tersebut yang menyiratkan bahwa batik Trenggalek cukup terkenal sampai lain daerah. Bahkan, banyak orang yang lebih mengenal batiknya daripada kota Trenggaleknya. Wilayah...

Elita Sari Anggarini Memulai Bisnisnya dari Pesangon Perusahaan yang Bangkrut

Pastinya tak seorang pun yang berharap perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan. Sebab itu artinya seseorang harus bersiap kehilangan pekerjaan yang menjadi sumber pendapatannya selama ini. Namun justru dari sinilah perempuan 42 tahun ini jadi berani untuk berwirausaha sendiri. Ketika perusahaannya dinyatakan bangkrut dan harus tutup di tahun 2002 silam, perempuan kelahiran 12 Oktober 1970 ini sempat dihinggapi rasa kesal dan kecewa....

Selasa, 04 Desember 2012

Usaha Jenang Syabun di Tulungagung

Pasar Bagus, Untung Bagus, Modal Kurang Kesulitan mengembangkan usaha dialami oleh pasangan Asro’i dan Siti Fathonah, pemilik usaha rumahan jenang syabun di Kabupaten Tulungagung. Bagaimana tidak? Pasar bagus, untungnya juga lumayan. Tapi sayangnya, mereka kesulitan modal. Diakui oleh Siti Fathonah, selain bulan puasa dan saat-saat sekolah libur, pasar penganan berbahan utama beras ketan, gula, dan kelapa tersebut sangat bagus dan cukup stabil....

Bebas Nyethe di Café Mak Tin

Jupriono (40) sudah 10 tahun menjalankan Café Mak Tin. Usaha itu bukan ia yang merintis, sebab Café Mak Tin sudah dijalankan secara turun-temurun. Jupriono mengelola café tersebut sejak 1997. Munculnya café-café di sekitarnya, yang penampilannya lebih oke, ternyata tidak berpengaruh negatif terhadap pengunjung cafenya. Menurut Jupriono, pengunjung cafenya tetap membludak di tengah semakin banyaknya kompetitor. Satu hal yang menarik di café ini,...

Hanya Jual Kopi, Minimal Rp 2 Juta/Hari

Pendapatan café ini termasuk fantastis. Setiap harinya dalam 24 jam, income yang didapat minimal Rp 2 Juta. Padahal, café ini hanya menjual kopi. Tidak ada es, rokok, jajanan, atau jualan lainnya. Cuma kopi thok! Tapi, pengunjungnya selalu berjubel Seperti Minggu siang (02/12) itu, ketika Peduli berkunjung ke café bernama Café Mak Tin di Jalan Bolorejo, Desa Bolorejo, Kecamatan Kalangbret, Kabupaten Tulungagung itu. Di depan dan samping café,...

H Subandi:Bekerja sebagai Ibadah

Ibadah haji tak hanya membawa berkah bagi pesertanya. Masyarakat yang mendukung perlengkapan ibadah haji juga kebanjiran untung. Salah satunya adalah H Subandi, pengrajin gelang monel. Sudah sejak tahun 2002 pria asal Tulungagung yang akrab dipanggil Bandi ini mengerjakan gelang monel untuk para peserta haji asal Jatim. Pada musim haji 2007 lalu, sudah sejak 2 bulan sebelum haji tepatnya pertengahan Oktober 2007 Bandi mempekerjakan 15 karyawan...

KIAT SUKSES BUKA RESTO

Konsisten dan Pilih yang Tepat Untuk bertahan di bisnis resto, ada beberapa hal yang harus diperhatikan para calon pengusaha. Beberapa tips sukses mengembangkan resto coba dibagikan Hadi SW, Direktur Thai Ekspress, beberapa waktu lalu. Tips pertama yang harus diperhatikan untuk terjun di bisnis resto adalah memilih menu dari negara yang tepat dan memiliki prospek kedepan. Misalnya saja, di Asia ini ada banyak negara yang bisa dipilih. Ada...

Kasiadi, Jualan Caping

Laris Manis Saat 17-an dan Musim Panas Di tengah maraknya produk-produk modern yang hadir di negeri Indonesia, pria bernama singkat Kasiadi (58) ini justru percaya diri dan mantap menjual barang yang sangat sederhana, caping. Pria asal Lamongan ini sejak tahun 1985 telah berjualan caping di sepanjang jalan Embong Cerme Surabaya. ’’Saya jualan disini (Embong Cerme, red) sejak tahun 85’ dan mungkin sekarang saya satu-satunya penjual caping di Surabaya,’’...

Usaha Meracang di Tengah Himpitan Minimarket [3]

Nur Azizah, Pelaku Bisnis Meracang Untung Sedikit yang Penting Pelanggan Tak Lari Usaha meracang telah dilakoni perempuan lulusan Universitas Airlangga jurusan Ekonomi Akuntansi ini. Sejak menikah Nur Azizah memang memfokuskan diri menjadi ibu rumah tangga. Setelah putra-putrinya beranjak besar, ia kemudian memutuskan membuka meracang di depan rumahnya untuk mengisi kesibukan. Zizah –begitu ia akrab dipanggil, menjual aneka kebutuhan pokok rumah tangga. Ada gula, beras, minyak goreng, telur, mie instant, kosmetika, kebutuhan wanita, kebutuhan...

Usaha Meracang di Tengah Himpitan Minimarket [2]

Kafi Maulana, Pemilik Warung Meracang Berharap Pemerintah Tertibkan Minimarket Begitu lulus SMU, pria ini langsung memutuskan membantu orangtuanya melanjutkan bisnis meracang. Telah berpuluh-puluh tahun orangtua Kafi Maulana membangun bisnisnya ini. ’’Saya nggak ingat kapan orangtua buka usaha ini. Tapi, sejak saya lahir orangtua sudah punya usaha ini,’’ jelas pria single yang lahir 1975 ini. Sebenarnya Kafi sempat ingin bekerja di pabrik atau kerja kantoran, namun melihat orangtuanya sudah cukup tua, Kafi bersama kakak perempuannya memilih...

Usaha Meracang di Tengah Himpitan Minimarket [1]

Usaha meracang (toko kelontong) sering menjadi alterntif utama usaha sampingan rumah tangga. Selain tak butuh modal besar, usaha meracang bisa dilakukan di rumah, garasi, atau membuat toko kecil di areal rumah. Mau tak mau, meracang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi bila letak rumah cukup jauh dari pasar atau pertokoan. Meski untung sedikit, usaha meracang menjadi usaha sampingan yang hingga kini dipilih banyak orang. Meracang biasa ditemui dalam dua jenis, yakni meracang yang menjual kebutuhan pokok basah seperti sayur-mayur dan lauk-pauk,...

Senin, 03 Desember 2012

Ngethek 25 Tahun Murtiani Terima Bantuan Gubernur Jatim

Murtiani (53), sudah 25 tahun menekuni pekerjaan sebagai ethek. Ia memulai pekerjaan berjualan sayur-mayur dan kebutuhan dapur secara berkeliling sejak 1987. Mula-mula dia menjanjajakan daganganya dengan cara menggendong dan menyusuri jalan-jalan di kampungnya. Dia mendapatkan dagangan yang hanya sebatas sayur-mayur, di pasar kecil di desanya sendiri, tepatnya di Dusun Sumbersari, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten...

Menjajakan Kereta Mainan Mendulang Uang dari Anak-anak

Penjaja mainan anak ternyata bisa meraup untung sampai ratusan ribu rupiah dalam beberapa jam kerja saja. Dalam 10 bulan modal usaha yang dikeluarkan sudah bisa kembali. Waktu luang yang ada bisa dimanfaatkan untuk usaha yang lainnya lagi. Dijumpai Peduli beberapa waktu lalu di sebuah pasar kaget, pria asal Jombang ini tengah sibuk mengoperasikan alat pengendali kereta mainan usai menaikan seorang bocah ke dalam gerbong kereta. Saat Peduli menanyakan berapa harga kereta mainan itu dan bisa dibeli dimana, pria berumur 39 tahun ini langsung menawarkan...

Berusaha Mandiri setelah Tempat Kerja Bangkrut

Tak hanya bisnis dibidang kuliner saja yang tak pernah sepi dari pelanggan. Pekerjaan sebagai penjahit pun agaknya sama seperti bisnis kuliner. Selalu dibutuhkan orang dan bisa menambah pundi-pundi tabungan. Perempuan kelahiran 13 Maret 1978 ini sedang sibuk menjahit saat dikunjungi Peduli di tokonya yang berada di jalan Kenongosari no 21 itu. Di toko yang dibangun di halaman depan rumahnya itulah ia membuka usaha terima jahitan disamping wartel,...

Mendirikan Perusahaan Busana Muslim Bermodal Rp 1 Juta dan Sebuah Mesin Jahit

Tekad yang kuat untuk bisa menjadi pengusaha muslimahlah yang pada akhirnya membuat Yuniar Djafar bisa menjadi pengusaha aneka perlengkapan muslimah yang sebenarnya malah bertolak belakang dengan pendidikannya dulu. Ditemui Peduli di tokonya Eline yang berada di ITC Mega Grosir Lantai UG Blok G 7, yang berada di jalan Gembong Surabaya bulan November silam, perempuan lulusan D 3 Jurusan Pemasaran UNAIR ini tampak dengan ramah menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan Peduli padanya. Ia mengaku ihwal mula ia akhirnya bisa mendirikan usaha busana...