Sabtu, 29 Maret 2008

[PEDULI BARU] Baim Wong: Pilih Bisnis Resto untuk Hari Tua


Sukses sebagai pemain sinteron tak membuat Baim Wong puas. Pria berparas Tionghoa ini mencoba berbisnis resto. Pilihan berbisnis resto karena mantan pacar Marshanda ini mengaku doyan makan. [emang, kalau nggak doyan makan, sakit kali ye! Hehe…!]


Warung Pecel Pincuk Mbak Pur
Mahal, Pelanggannya Malah Banyak

Harga yang lebih mahal dari harga di tempat lain, ternyata tak selalu mengakibatkan dijauhi pembeli. Warung Pecel Mbak Pur, salah satu buktinya. Di warung ini, seporsi pecel dijual dengan harga Rp 4.500. Padahal, di warung lain, ada yang Rp 2.000 saja sudah dapat pecel dengan porsi yang relatif sama. Tapi, ternyata pelanggan Warung Mbak Pur membludak.

Martabak pisang, enak di rasanya, enak di bisnisnya!

Kripik tempe rasa empal, bisa enggak ya?

Bagaimana buka warung bakso bisa balik modal dalam tiga pekan?



Jangan sampai tak kebagian ceritanya, yang hanya dibeber di Peduli No 24, edisi April 2008 ini.

7 Kesalahan Dalam Mengejar Karir

Meski setiap tugas dari atasan berhasil dikerjakan dengan baik, tapi tanda-tanda mendapatkan promosi tak kunjung datang. Mungkin kesalahan tidak hanya ada di posisi anda, tapi juga faktor lingkungan kerja. Jika jenjang karir yang ingin anda kejar saat ini, maka anda perlu mewaspadai beberapa hal yang bisa menjadi batu sandungan berikut ini:


[1] Semua Dimasukkan ke Hati
Tidak semua orang beruntung bekerja di lingkungan yang ideal. Seringkali kita harus menghadapi rekan kerja yang malas atau atasan yang cerewet. Agar "kerikil-kerikil" tersebut tidak mengganggu kinerja kita, semua hal yang menjengkelkan jangan dimasukkan ke hati. Tetaplah fokus pada tujuan dan jangan biarkan hal itu mengganggu konsentrasi.

[2] Kurang Bertanya
Seorang reporter baru di sebuah koran ternama berbagi kiat suksesnya, "Teman-teman di kantor baru saya tidak pernah mengajari saya bagaimana mejadi wartawan yang baik. Akhirnya di kantor saya yang banyak bertanya dan menimba ilmu dari para senior," ujarnya. Jadi, jika anda merasa "sendirian" dalam mengerjakan sebuah tugas dari atasan, jangan ragu untuk bertanya dan jangan takut untuk meminta penjelasan jika jawaban yang diberikan kurang memuaskan. Asal anda tahu, para atasan sebenarnya lebih suka diberi pertanyaan daripada harus mengoreksi kesalahan.

[3] Jangan Disembunyikan
Presentasi yang anda lakukan mendapat apresiasi positif dari klien? Atau anda berhasil meraih prestasi tertentu di luar pekerjaan? Jangan disembunyikan, sampaikan pada atasan agar mereka mengetahui potensi yang anda miliki.

[4] Terlalu Perfeksionis
Menjadi seorang perfeksionis memang bukan sebuah dosa, namun anda tidak harus melakukannya jika sampai mengorbankan pekerjaan. Misalnya saja karena tidak ingin ada kesalahan tipografi dalam proposal, anda sampai melakukan cek berulang-ulang sehingga pekerjaan lain terbengkalai.

[5] Takut Negosiasi
Kesalahan umum yang sering dilakukan karyawan wanita di dunia kerja adalah tidak berani bernegosiasi. Banyak karyawan yang merasa takut untuk mengemukakan sesuatu padahal itu demi kepentingannya sendiri. Ingin mengajukan permohonan cuti, naik jabatan, naik gaji, atau mengerjakan sebuah tugas dari atasan? Jangan cepat menyerah untuk mengajukan tawaran.

[6] Terperangkap Dalam Tugas Administratif
Apakah selama bertahun-tahun tugas anda hanya berkisar pada menjawab telepon, mengatur arsip dan mencatat surat yang masuk? Jika iya, maka anda berada jauh dari impian untuk meraih jenjang karir yang lebih tinggi. Kini tiba saatnya bagi anda untuk mencari tantangan lebih dengan mengerjakan tugas lain yang menonjolkan kemampuan dan mengasah potensi anda. Lakukan sekarang juga.

[7] Selalu Melihat ke Atas
Demi mengejar karir tentu kita harus bekerja maksimal agar atasan menilai kita dengan baik. Tapi sebaiknya jangan lupakan kolega anda, yakni teman-teman satu tim. Ada lho karyawan yang rela mengklaim sebuah proyek sebagai prestasinya meskipu sebenarnya itu merupakan kerja keras sebuah tim. Jangan sampai karena ingin menyenangkan hati atasan, kita mengorbankan teman.

dari sini

Kelola dan Kendalikan Bisnis secara Online ala Yuyun Erawati

Ekspor ke Beberapa Negara, Produknya Hasil Lokal

Menganggap internet sebagai media promosi yang efektif, Yuyun mencoba menjajaki bisnis secara online. Dengan melakoni bisnis yang belum banyak digarap pengusaha, khususnya di Semarang ini, bisnis furniture milik Yuyun berkembang hingga pasar internasional. Kini hanya dengan berbekal laptop, perempuan tersebut bisa mengendalikan bisnisnya di nama dan kapan saja.



Wanita yang mengaku hobi internet sejak kecil ini awalnya menjalani bisnis furniture secara offline di Jepara. Namun, dia melihat peluang produknya di pasar lokal terbilang kurang. Merasa pasar produknya lebih banyak di luar negeri, 5 tahun lalu dia membuat web www.multielitefurnitures.com untuk memulai bisnis online-nya.

memasangnya di web. Karena kita menjual lewat gambar," ujarnya saat ditemui koran ini di warnet sekaligus rumah tinggalnya di Jalan Tlogosari Raya I No. 69 Semarang.

Lulusan Fakultas Ekonomi Stikubank ini mengaku terinspirasi dari situs Ebay. "Sebenarnya sudah banyak anak muda yang membuat blog dan menawarkan barang seperti kaos dan sepatu di situ. Hanya saja belum dikelola secara profesional," ungkap wanita single parent ini.

Namun, masalah muncul ketika dia belum menerapkan sistem keamanan yang ketat pada bisnisnya. Seorang customer meminta sampel barang sebelum memesan. Merasa akan mendapat pesanan yang banyak, Yuyun mengirim sampel tersebut meski membutuhkan biaya kirim yang mahal.

Setelah sampel dikirim, ternyata uang pembayaran tak kunjung ditransfer. Saat diteliti, si pemesan hanyalah mengumpulkan sampel dari sejumlah produsen. Sejak saat itu Yuyun tak pernah lagi mengirim sampel.

"Selain menjanjikan keuntungan, bisnis ini juga rawan penipuan. Sebab kita tak selalu tahu identitas pemesan sebenarnya," paparnya.

Ibu dari Muhammad Fernaldy Djayadinata ini lantas membuat syarat calon pembeli harus memberi DP 50 persen saat pemesanan. Dan melunasi sisa pembayaran sebelum barang dikirim. Bahkan jika furniture yang dipesan tak ada dalam katalognya, dia mempersilahkan customer mencarinya di situs lain.

Pihaknya juga akan membuatkan model furniture tersebut dengan harga yang disepakati. "Ini tergantung pintar-pintarnya kita untuk meyakinkan calon pembeli mau memenuhi syarat tersebut," ungkapnya.

Alhasil, selain terhindar dari tindak penipuan, kini bisnisnya berkembang pesat. Mebel yang dipesannya dari para pengrajin lokal sudah merambah sejumlah negara seperti Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Saat beberapa negara mem-black list furniture buatan Indonesia karena dinilai kualitasnya kurang, usahanya justru menghasilkan omzet tinggi.

"Sebulan paling tidak saya mengirim satu kontainer furnitures ke luar negeri," kata wanita yang menjadi pengusaha sejak lulus kuliah ini.

Bahkan, Yuyun berencana membuka web lagi untuk memasarkan produk kebaya, bantal, dan guling miliknya. "Jadi nantinya satu web bisa berhubungan dengan lainnya," ungkapnya.

Bisnis online, menurutnya, punya banyak keuntungan. Di antaranya irit modal. Ini berbeda dengan bisnis konvensional yang memerlukan tempat usaha, tempat display barang, karyawan, namun belum tentu punya market yang luas.

"Kita hanya harus pintar membuat website semenarik mungkin. Karena banyak situs serupa yang menawarkan hal yang sama," papar Yuyun yang juga menjalani kuliah internet secara online ini.

Untuk membuat orang ’melirik’ website-nya, wanita asal Surabaya ini mengaku punya tim desain khusus. Bahkan dia mempekerjakan web desainer yang menjamin situsnya akan selalu masuk peringkat sepuluh besar di search engine (mesin pencari) Google. [Ricky Fitriyanto, Red]

RADAR SEMARANG Sabtu, 29 Mar 2008

Senin, 24 Maret 2008

Penjambret Merajalela Incar Wanita


JAKARTA (Pos Kota) – Aksi jambret tas kian merajalela. Bandit jalanan ini gentayangan mencari mangsa tak hanya pengendara motor, juga pejalan kaki dan calon penumpang yang sedang menunggu angkutan. Umumnya yang diincar adalah wanita.


Maraknya aksi jambret terlihat dengan banyaknya laporan warga yang menjadi korban bandit jalanan ini. Dalam tiga bulan terakhir ini saja tercatat 33 kasus aksi perampasan yang disertai dengan tindak kekerasan. Rinciannya, Januari terdapat 8 kasus, Februari, 16 kasus dan Maret tercatat 9 kasus. Belum lagi yang pasrah alias tak melapor ke polisi.

Kasus menonjol terakhir yang berakibat dengan tewasnya korban terjadi di wilayah Kalideres, Jakbar, awal Maret lalu. Bocah perempuan berusia satu tahun, Marshaliana Amalia alias Chaca tewas terhempas ke aspal setelah terlepas dari dekapan ibunya, Dini,30, yang dibonceng rekannya, Susi, 31, saat mengejar dua jambret yang merampas tasnya.

Beberapa bulan sebelumnya, wanita pekerja salon juga tewas terhempas ke aspal di Jakarta Timur akibat tasnya ditarik jambret bermotor. Tak hanya pengendara motor, pejalan kaki dan calon penumpang yang tengah menunggu angkutan juga diincar jambret.


PETA DERAH RAWAN

Nyaris tak ada wilayah di Jakarta ini yang luput dari intaian para penjambret, sejumlah ruas jalan sepi atau strategis di ibu kota ini menjadi sasaran. Ada puluhan titik rawan jambret.

Di Jakarta Utara, aksi penjambretan kerap terjadi di perempatan lampu merah Royal, Jalan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jalan H. Benyamin Sueb, Pademangan, Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, perempatan Coca Cola, Kelapa Gading, serta di kawasan Sukapura, Cilincing.

Sementara di Jakarta Barat, bandit jalanan ini sering memilih wilayah, Jalan Gajah Mada, Taman Sari, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jalan S Parman, Tanjung Duren, Jalan Palmerah Raya, serta kawasan Jalan Daan Mogot, Kalideres, sebagai area jajahan operasinya.

Sedang di Jakarta Pusat, daerah rawan jambret perempatan Galur, Jalan Raya Letjen Suprapto, Senen, bekas bandara di Kemayoran, dan kawasan Pasar Baru, Johar merupakan titik rawan yang mesti diwaspadai.

Sama halnya dengan di ruas jalan yang tersebar di daerah Jakarta Timur, Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulogadung, Jalan Raya Cakung, Jalan MT Haryono, Jatinegara serta Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo. Sejumlah daerah di Bekasi juga dilaporkan sering terjadi aksi jambret tas.


PURA-PURA BERTANYA

Beragam modus dilakukan kawanan penjahat ini untuk merampas harta korbannya. Mulai dari berlagak nanya alamat lalu merampas tas, sampai aksi brutal menarik tas dari bahu pengendara motor.

Cara kekerasan juga mereka tempuh untuk melumpuhkan korbannya, seperti memukul, menendang dan mengancam akan membunuh. Bermodalkan sepeda motor, plus sedikit nyali nekat, jambret biasanya beraksi tidak sendirian.

Kawanan ini kerap mengintai calon korbannya terlebih dulu sebelum beraksi. Kaum wanita yang tengah membawa tas yang melintas di jalan sepi selalu menjadi target empuk para begundal tersebut.

Fatmawati, 25, warga Cibinong, Bogor, nyaris terjatuh dari sepeda motornya ketika berusaha mempertahankan tas miliknya. Setelah sempat terjadi saling tarik, para pelaku yang berkendaraan motor RX King itu pun kabur membelah ruas Jalan Raya Slipi, Jakbar sambil membawa tas berisi uang dan HP.


DIAMUK MASSA

Risiko tewas diamuk massa luput dalam benak para bandit jalanan ini. Bagi mereka, itu urusan nanti yang penting tujuan tercapai. Seperti pengakuan Hendrik, 22, pemuda warga Tanjung Priok ini nyaris tewas di tangan puluhan massa setelah merampas tas milik seorang pengendara motor yang melintas di Jalan Griya Sentosa, Sunter, Tanjung Priok, pekan lalu.

Hendrik berdalih perlu uang untuk mempersunting kekasihnya. “Saya pusing nggak punya duit buat modal nikah sama pacar,” katanya.

Tersangka lain, Andre,30, dan Ramadhan,27, diamuk warga usai menjambret tas Sinta,23, yang saat itu tengah dibonceng pacarnya, Ahmad,25, di Jalan Tebet Timur Dalam, Jaksel.

Pengadilan jalanan juga menimpa Suhani,50, jambret tas milik Yana,25, yang dihakimi massa di dekat Perumahan Taman Harapan II, Bekasi, awal Maret lalu. Kupingnya putus ditebas golok, kakinya nyaris patah.


POLISI DISEBAR

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan pihaknya sudah menyebar anggota ke titik –titik yang dianggap rawan. Lokasi itu antara lain di sejumlah halte dan jalanan yang sepi serta jalur macet.

“Dengan disebarnya sejumlah anggota baik pakaian preman maupun dinas diharapkan aksi kriminalitas khususnya penjambretan dapat ditekan, “ jelas Untung Yoga sambil mengimbau masyarakat untuk waspada.

Ketut juga meminta kepada masyarakat yang menjadi korban penjambretan supaya mencatat jenis kendaraan dan nomor polisi kendaraan yang digunakan oleh pelaku dan langsung melaporkan ke kantor polisi terdekat.


JANGAN SEGAN MENEMBAK

MAKIN maraknya aksi kejahatan, khususnya pejambretan di ibu kota menuntut petugas kepolisian bertindak tegas. Bahkan jangan segan-segan untuk menembak di tempat. Demikian yang disampaikan Kriminolog Universitas Indonesia, Erlangga Masdiana saat dikonfirmasi Pos Kota, Minggu (23/3) malam.

Ditambahkan Erlangga, ketika masyarakat sudah tidak merasakan rasa aman, maka tindakan tegas menjadi pilihan logis terhadap pelaku kejahatan. “Polisi jangan takut untuk melumpuhkan mereka (red-penjahat), namun targetnya harus tepat sasaran,” ujar Erlangga. Hal ini dilakukan semata-semata untuk terapi kejut atau shock terapy agar para pelaku berpikir dua kali untuk melakukan perbuatan jahatnya.

Selain melakukan tindakan tegas, petugas juga harus mampu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang maraknya tindak kejahatan agar lebih waspada. Setiap titik yang dianggap rawan, polisi harus mendirikan pos polisi yang dilengkapi dengan segala peralatan yang memadai.

Banyaknya korban penjambretan khususnya perempuan memang merupakan bagian dari target mereka. Perempuan masih dianggap lemah dan mudah menjadi korban kejahatan. “Ini menjadi peringatan untuk perempuan agar tidak memakai perhiasan berlebihan dan membawa barang-barang beharga saat bepergian, dan diusahakan jangan berjalan sendirian,” ujar Erlangga. [yahya/wandi/warto/c7/ird/j]

Pos Kota. Senin 24 Maret 2008

Minggu, 23 Maret 2008

Mahasiswi Kena Gendam

MADIUN - Aksi penipuan dengan modus gendam kembali terjadi. Kali ini korbannya dua orang mahasiswi. Nita, 19, dan Yanti, 19, keduanya warga Desa Nglames, Kecamatan/Kota Madiun, kehilangan dua handphone (HP) merek Nokia dan uang senilai Rp 4,2 juta lantaran digondol dua orang pria yang baru dikenalnya.


Peristiwa naas yang dialami dua perempuan cantik ini terjadi Jalan Merapi, Kota Madiun sekitar pukul 14.30. Awalnya, Nita dan Yanti sepakat untuk mengisi waktunya dengan mendatangi sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Pahlawan Kota Madiun. Maka berangkatlah kedua remaja tersebut ke mal yang dimaksud dengan mengendarai kendaraan umum.

Sesampainya di tempat yang dituju kedua korban jalan-jalan sambil berbelanja di tempat itu. Ketika keduanya jalan-jalan sambil melihat-lihat barang-barang di pusat perbelanjaan tersebut, mereka didatangi dua orang pria. "Keduanya mengaku bernama Sobari dan Andri berasal dari Demak, Jawa Tengah," ujar Nita.

Bisa ditebak, setelah berhasil menebar perangkap, pelaku lalu mengajak keduanya berkenalan. Lantaran tidak curiga, Nita dan Yanti tak merasa keberatan berkenalan. Sambil berjalan-jalan, akhirnya terlibat percakapan yang serius di antara mereka.

Usai berbelanja, pelaku menawarkan diri untuk mengantarkan kedua mangsanya pulang ke rumahnya dengan menumpang kendaraan milik pelaku. Dan korban pun menyanggupi. Kemudian mereka keluar dari pusat perbelanjaan tersebut lalu bersama-sama mengendarai mobil.

Ketika kendaraan sampai di Jalan Merapi, Kota Madiun, dalam perjalanan kedua pelaku melancarkan jurus rayuannya kepada Nita dan Yanti menyerahkan uang dan harta miliknya yang lain untuk ditukar dengan sebuah bungkusan. Entah apa bujuk rayu yang dilontarkan para pelaku, saat itu kedua korban lantas menyerahkan uang dan HP milik mereka, total senilai Rp 4,2 juta kepada pelaku.

Selanjutnya pelaku menyerahkan sebuah bungkusan kepada keduanya. Berhasil mempedayai mangsa, pelaku lalu menurunkan korban di tempat kejadian perkara (TKP). Setelah turun dari kendaraan itu, Nita dan Yanti membuka bungkusan dari pelaku dan ternyata isinya hanya sebuah jarum dan selembar uang seribuan. Sedangkan pelaku langsung kabur saat itu juga.

Merasa dirinya telah menjadi korban penipuan, kedua korban mendatangi Mapolresta Madiun guna melaporkan peristiwa yang menimpannya. "Kasusnya sedang kita tangani. Kejadian seperti ini sudah seringkali terjadi. Sebaiknya kita lebih waspada dan hati-hati terhadap orang asing atau orang yang baru kita kenal," ujar Kapolresta Madiun AKBP Setija Junianta didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Rudianto. (dra)

JP Radar Madiun, Minggu, 23 Mar 2008

Ditipu Mentah-Mentah di Rumah

LAMONGAN - Pelaku penipuan di Lamongan semakin nekat. Ana, 42, warga Desa Kakatpenjalin Kecamatan Ngimbang ditipu mentah-mentah di rumahnya dan pelakunya tidak diketahui identitasnya. Akibat kasus tersebut, korban kehilangan sepeda motor kesayangannya senilai Rp 8 juta.


Informasi dari Polres Lamongan, sekitar pukul 12.00 WIB jumat lalu korban yang sedang santai di rumahnya tiba-tiba ditelepon oleh seseorang dari Kediri yang mengaku ibunya. Dalam telepon tersebut korban diminta ikut seseorang yang akan menjemputnya untuk menyusul ke Kediri mengunakan mobil.

Secara bersamaan seseorang datang ke rumah korban dengan naik ojek dan mengaku disuruh untuk menjemput ke Kediri. Tanpa berpikir panjang, korban mempercayainya. Apalagi ibunya memang benar-benar pergi Kediri untuk menjenguk anaknya yang sakit.

Tetapi karena dirinya tidak bisa ikut, kemudian menyuruh anaknya bernama Ayu Setyoningsih,15, agar mengikuti seseorang tersebut yang kemudian diduga kuat sebagai pelaku penipuan tersebut.

Kemudian anak korban bersama pelaku pergi menggunakan sepeda motor korban merk Suzuki Smash tahun 2005 nopol S-3222-ZF warna merah-putih, dengan alasan akan mengambil mobilnya ke Gresik.

Sesampai di Babat, pelaku meminta anak korban tersebut untuk menunggunya sebentar di suatu tempat. Setelah ditunggu lama tidak datang, anak korban baru menyadari kalau sedang ditipu kemudian dia pulang. "Kami sedang mengejar pelaku. Kami berharap masyarakat selalu waspada terhadap orang-orang yang belum dikenalnya," kata Kabag Binamitra Polres Lamongan, Kompol M Rifai.(feb)

Jawa Pos Radar Bojonenegoro Minggu, 23 Mar 2008

Kamis, 20 Maret 2008

Dihipnotis Lewat Ponsel, Rp19 Juta Amblas

PALEMBANG - Nahas benar nasib Elsye Sandra (48), warga Jl Perum Bukit Sejahtera Blok BT 04 Rt 15 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang, karena menjadi korban penipuan dengan cara hipnotis. Akibatnya korban mengalami kerugian Rp19,9 juta.


Kejadian itu dilaporkan korban ke Mapoltabes Palembang. Dihadapan petugas, korban menceritakan, peristiwa itu terjadi kemarin Rabu(19/3/2008) sekira pukul 14.19 WIB di box ATM milik bank pemerintah yang berada di kawasan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Saat itu korban menjemput anak dia dari Bandara Soekarno-Hatta, saat itu dia ditelepon oleh seseorang dengan nomor 0815-74585292 dan mengaku tahu pekerjaan korban. Karena sedang buru-buru menjemput anaknya yang sedang sakit, dia kemudian menutup telepon.

"Dia menelepon aku dan mengaku mengetahui pekerjaan aku. Tapi, karena aku sedang buru-buru jadi aku tutup saja. Karena aku cemas dengan kondisi putri aku,"ujar korban dihadapan petugas.

Ketika sampai di Bandara SMB II Palembang, korban kembali ditelepon dengan nomor ponsel 0816-704559. Kemudian tersangka meminta korban menyebutkan nomor rekening bank korban. Saat itu korban langsung menuruti kata-kata terlapor.

"Aku menuruti saja kehendak seseorang yang ditelepon itu. Kemudian aku sebutkan nomor rekening bank milik aku,"ujar korban.

Lalu korban disuruh masuk ke dalam box ATM Bank Mandiri. Saat itu korban masih terus memegang ponselnya, dan menuruti perintah terlapor untuk mentransfer uang kepada si penelpon. Dalam keadaan tidak sadar, korban mentransfer uang sebesar Rp19.988.778. Kemudian korban pulang ke rumah membawa anaknya yang sedang sakit.

"Setibanya di rumah, aku merasa ada yang aneh. Seakan-akan bermimpi telah mentransfer uang kepada seseorang ketika di bandara," jelas dia.

Korban kemudian mengecek buku tabungannya dan meminta slip transfer ke bank bersangkutan. Setelah melihat bukti transaksi, barulah korban menyadari telah dihipnotis oleh seseorang melalui ponsel. Dia telah mentransfer uang kepada seseorang bernama GH dengan nomor rekening 1370005723818. Merasa ditipu, korban melaporkan peristiwa itu ke Mapoltabes Palembang.

Kasat Reskrim Poltabes Palembang, Kompol Kristovo Ariyanto membenarkan telah menerima laporan dari korban. Saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, dan telah memerintahkan personelnya untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. (Muhammad Uzair/Sindo/mbs)

dikopas dari sini

Jadi Miliarder Berkat Kentang


Cukup berliku jalan hidup John Richard Simplot,99.Kabur dari rumah sampai sukses menjadi raja kentang di Amerika Serikat (AS). KEHIDUPAN Simplot tidak lepas dari kentang. Dia menyebut kentang sebagai sesuatu yang nyata dan besar, bukan sesuatu yang sepele. Bagi dia, sikap banyak orang memandang rendah bisnis kentang adalah kesalahan besar.


”Kentang adalah segalanya,” paparnya. Simplot tidak menyembunyikan jati diri sebagai anak petani kentang. Dia justru bangga ketika disebut sebagai petani kentang. Petani yang selalu kotor dan berlumuran lumpur adalah sesuatu yang agung. ”Saya hanya petani biasa. Saya kaya karena mendapatkan keberuntungan dari kentang.Saya sangat mempercayai arti sebuah keberuntungan.Keberuntungan adalah fakta. Faktanya, saya mendapatkan untung,” paparnya.

Dengan kentang, pada akhir 2006 Simplot berhasil menduduki peringkat 278 dari 400 orang terkaya di dunia menurut majalah Forbes.Pada Daftar Orang Terkaya Forbes 2007 yang dirilis bulan lalu, Simplot menempati peringat 284 dari 400 orang terkaya.Dia juga menjadi orang terkaya peringat 29 dan menjadi pengusaha tertua di Amerika yang paling sukses dengan kekayaan UDS3,8 miliar. Kesuksesan luar biasa yang dicapai Simplot ini merupakan buah kerja kerasnya sejak usia muda.Dikeluarkan dari sekolah pada usia 14 tahun, Simplot melarikan diri dari orangtuanya yang juga petani kentang.

Demi bertahan hidup,dia memilih menjadi penyortir kentang di perusahaan lokal.Dia lantas mencari tambahan uang dengan menjadi buruh bangun-an. Di asrama, Simplot bertemu dengan sekelompok guru yang saat itu digaji dalam bentuk skrip (semacam saham). Simplot kemudian membeli skrip-skrip itu dengan harga 50 sen dan menjualnya kembali ke bank dengan harga 90 sen.Dengan keuntungan jual-beli skrip para guru itu Simplot akhirnya berhasil membeli truk dan 600 ekor anak babi untuk membuka peternakan.

Dua tahun kemudian, tepatnya di usia 16 tahun, dia mulai bertani kentang.Tahun demi tahun usahanya terus berkembang dan membuatnya mampu menyewa lahan yang lebih luas. Pada 1930-an,Simplot yang besar dan sukses di Iowa Dubuque, Iowa,Amerika Serikat, ini menamai bisnisnya dengan nama The Potato King.Saat itu dia memproduksi sekitar 33 juta pon kentang kering per tahun atau sepertiga dari jumlah total konsumsi tentara AS selama perang kala itu.

Selanjutnya, perusahaannya berhasil menjual jutaan pon kentang berkualitas yang dijual di Mc- Donald,Burger King,Wendy’s, dan KFC untuk bahan kentang goreng. Walau sebagai petani,Simplot tidak ingin ketinggalan zaman dengan pesatnya perkembangan teknologi. Pada 1950-an,ketika banyak orang masih enggan menginvestasikan uangnya di bidang teknologi pengawetan pangan,Simplot berani menjadi pionir. Ternyata investasinya tidak salah.Justru,kini industri pangan tergantung dengan teknologi itu.

Investasinya pun menuai sukses karena pasar merespons dan lebih bangga dengan membeli makanan yang telah diawetkan. Simplot menyerahkan manajemen perusahaan kepada anak dan cucunya pada dekade 1990-an,sementara dia masih berstatus pemilik. Di tangan penerusnya usaha Simplot berkembang sampai ke benua lain. Perusahaan Simplot bersama Nestle mengakuisisi Pasific Brands Food yang berada di Australia.

Dia juga melakukan joint venture di Cina dalam memproduksi bibit kentang untuk memenuhi kebutuhan kentang di wilayah tersebut.Lebih jauh, dia bekerja sama dengan perusahaan asal Belanda, Farm Frites Beheer BV,untuk membangun kongsi peternakan. Tanpa meninggalkan fondasi bisnisnya di bidang pertanian, Simplot menginvestasikan modalnya ke bisnis teknologi mikron.

”Saya merasa tertantang untuk berbisnis yang berkaitan dengan teknologi masa depan,” paparnya. Dia sudah menginvestasikan jutaan dolar dan sebentar lagi akan menuai kesuksesan. Di sisi lain, hiruk-pikuk dunia politik Amerika Serikat pernah tidak menarik perhatiannya sedikit pun.Dia menganggap negerinya adalah negeri kentang,petanilah yang selalu memimpin kampanye dan pemilu. ”Saya tidak peduli dengan politik,saya juga tidak berpihak pada salah satu partai politik.Politik itu kasar,”ujarnya.

Salah satu filosofi dalam kehidupan Simplot yang selalu dipegangnya adalah jangan memulai sesuatu dari yang besar. Dia berpandangan, langkah dalam kehidupan haruslah dimulai dari yang kecil karena masa depan seseorang tidak ada yang bisa mengetahuinya. ”Kita saja tidak bisa mengetahui masa depan dan apa yang terjadi besok, bulan depan, dan tahun depan,” ujar penerima gelar kehormatan dari Universitas Utah karena kontribusinya dalam industri pertanian itu.

Ray Kroc, pengusaha yang membeliMcDonaldpada1955 dan menjadikan restoran cepat saji ini terbesar di dunia, memberikan komentar pada Simplot. Bagi Kroc, Simplot merupakan petani sukses yang bisa menggebrak dunia pertanian di AS dan dunia. ”Apalagi temuan Simplot, kentang untuk bahan baku kentang goreng, adalah sesuatu yang sangat sakral dalam bisnis makanan,”ujarnya. [andika hendra m/ berbagai sumber]

Selasa, 18/03/2008
Seputar Indonesia

Rabu, 19 Maret 2008

Menabung? Uang Saya Habis Terus

"Siapa sih, yang tak ingin punya tabungan? Saya juga mau kok menabung. Masalahnya, uang saya habis terus..."
"Belum lagi anak-anak minta dibelikan sepatu..."
"Saya kan juga perlu beli ini dan itu..."
"Ah, saya memang enggak berbakat mengelola uang..."



Kata-kata tersebut mungkin akrab di telinga Anda, atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya. Anda ingin sekali bisa menabung, tapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu?

Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti akan mengalaminya. Menabung (melakukan investasi secara rutin) seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Namun demikian, apabila Anda menyisihkan uang secara rutin, maka uang yang Anda kumpulkan tersebut bisa sangat bermanfaat.

Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun menabung hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun, ia mengatakan penghasilannya sering habis dipakai dalam sebulan. Jadi, ia tidak bisa menabung. [….. selanjutnya baca di sini]

Jumat, 07 Maret 2008

5 Hal Harus Dihindari Sewaktu Menulis E-Mail Promosi

E-mail bukan sekadar alat untuk komunikasi namun adalah sarana yang dapat dipakai untuk melakukan promosi dan penjualan. E-mail adalah senjata bagi para pemasar online. Mengapa tidak menambahkan strategi pemasaran Anda via e-mail untuk menjangkau banyak orang disamping aktivitas pemasaran offline yang Anda lakukan?. Masalahnya adalah, semakin banyak orang menerima e-mail, semakin sedikit orang menaruh perhatian pada masing-masing isi e-mail tsb. Hal ini nyata seperti yang umumnya para amatiran lakukan dengan sistem “hit and miss” di newsgroup atau di discussion group.


Maka untuk tampil beda, para pemasar online harus berupaya untuk menarik perhatian dari para calon kastemernya. Argumen yang sering mereka katakan adalah:
“Jika saya berteriak lebih keras dan lebih sering, pasti para calon kastemer akan mendengarkan saya.”

Memang, itu benar. Mereka mungkin akan mendengar Anda. Namun, apa reaksi mereka dan tanggapan mereka terhadap banjir e-mail tersebut? Apakah mereka akan senang? Atau sebaliknya mereka akan mengatakan dengan mengirim e-mail balik “Keluarkan aku dari e-mail Anda dan jangan kirimi lagi!”

Lima hal berikut ini adalah kesalahan dari para pemasar amatiran yang mereka gunakan pada e-mail mereka. (Hendaknya bedakan antara e-mail promosi dan email yang berisi newsletter. Kedua hal ini sangatlah berbeda.)

1. E-mail Promosi yang terlalu panjang.

Beberapa e-mail promosi cenderung terlalu panjang sebelum sampai ke tujuannya. Hal ini menyebabkan resipien harus melakukan “scroll down”. Karena itu ingatlah bahwa e-mail Anda bukanlah satu-satunya e-mail yang sampai di inbox mereka, dan kata-kata Anda hendaknya singkat dan “to the point”. Anda tahu hasilnya? Hasilnya sedikit saja yang mengirimkan balasannya kepada Anda.

2. E-mail Promosi yang terlalu Banyak Menuntut.

Hal ini juga sering dilakukan oleh para penulis e-mail, mereka tanpa diminta menawarkan sejumlah item atau produk atau pun jasa dan tidak fokus pada satu inti penawaran dan para resipien disuguhkan banyak pilihan item yang tidak diminta.

3. Terlalu Sering.

Beberapa orang berdalih bahwa kunci untuk pemasaran e-mail yang berhasil adalah frekuensinya. Karena itu mereka mengirimkan email promosi sesering mungkin. Memang, sepertinya demikian. Dalam pemasaran tradisional agar pesan iklan Anda tetap diingat, Anda harus sering menampilkannya sesering mungkin. Dan dalam pemasaran offline, memang begitu seharusnya, namun pemasaran online sama sekali berbeda. Anda bisa bayangkan bahwa masyarakat sudah terlalu sering dibombardir dengan pesan-pesan komersial di TV, Radio, Reklame dan Koran, kemudian Anda membombardir mereka lewat e-mail. Akibatnya Anda akan mendapat reputasi buruk dan mereka akan melewatkan e-mail Anda begitu saja tanpa membacanya dan akan mengabaikannya di kemudian hari sewaktu menerima e-mail Anda pula.

4. E-mail Promosi yang tidak terarah.

Ini juga adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh para amatiran, karena e-mail murah, mereka lupa akan perlunya menerapkan strategi segmentasi dan membidik target market yang relevan. Akibatnya adalah calon kastemer Anda sama sekali tidak berminat dengan tawaran Anda, hal ini sama seperti Anda berjualan mesin pemanas di padang gurun dan tidak seorang pun yang berminat akan tawaran Anda, jadi pentingnya Anda melakukan e-mail promosi ke target market yang tepat.

5. Penulisan E-Mail Promosi yang tidak bagus.

Membaca teks yang ditulis dengan baik sangat menyenangkan dan mudah dibaca. Tulislah dengan jelas, sederhana dan penuh respek. Penulisan e-mail promosi yang buruk adalah rintangan yang besar sehingga para resipien engan untuk menuangkan perhatian mereka pada kiriman e-mail Anda. Maka berikan perhatian lebih pada penulisan e-mail Anda. Pastikan Anda memiliki teknik menulis yang baik, lakukan perenungan dan tidak tergesa-gesa. Inbox adalah tempat yang bersifat pribadi, dan di situlah Anda dapat menjumpai calon kastemer Anda dan berbicara dengannya secara individu. Maka apabila tulisan e-mail promosi Anda tidak mengikuti kaidah di atas maka e-mail Anda tidak akan dibaca. Prinsipnya, adalah jangan terlalu banyak meminta namun lebih banyak membeli. Bidik e-mail Anda dengan hati-hati, buatlah terfokus dan terarah pada satu tujuan. Langsung ke poin yang dibicarakan dan jangan mutar-mutar. Pastikan penulisannya memiliki nilai yang bermutu dan rasio isi e-mail Anda adalah 80% : 20% artinya 80% berisi hal yang berguna dan 20% berisi penawaran Anda. Dengan kata lain, jika Anda menaruh respek akan waktu yang dimiliki oleh pembaca e-mail Anda, maka mereka pun akan berlaku sebaliknya dengan memberikan lebih banyak perhatian.

“Apakah Tulisan Penjualan Anda Terkesan Emosional”

Email penjualan dapat menjadi cara yang dahsyat dalam menyampaikan pesan Anda. Mail box saya terus-menerus terisi dengan “junk mail”, demikian kata banyak orang. Seorang teman memberitahu saya bahwa ratusan pesan email yang tak diundang datang setiap hari. Mengapa begitu banyak pelaku bisnis - baik yang berskala besar maupun kecil - menggunakan email? Sederhana saja. Email dapat langsung ditulis dengan cepat, berhasil dengan baik. Inilah alasannya.

Email adalah bentuk komunikasi yang sangat pribadi. Bahkan ketika Anda mengetahui bahwa surat yang sama dikirimkan ke ribuan orang, email tersebut masih terasa seperti tulisan pribadi dari seorang teman. Orang-orang yang mempunyai kemampuan yang bagus dalam menulis email penjualan mengetahui hal ini dan menggunakannya. Mereka berupaya sebaik mungkin untuk menciptakan suatu ikatan pribadi antara email tersebut dan resipiennya. Email penjualan Anda harus berbicara secara intim dengan pembacanya. Bercakap-cakap secara tidak resmi dengan kalimat-kalimat pendek dan kata-kata sederhana. Buatlah pembaca SEGERA dengan mudah mengerti apa yang Anda tawarkan. Kebanyakan orang hanya akan melihat sepintas selama tiga detik pertama terhadap email Anda sebelum memutuskan untuk membacanya lebih jauh atau menghapusnya. Buatlah tawaran Anda menarik dan tonjolkan di pembuka dengan tepat.

LIMA RUMUS DAHSYAT UNTUK EMAIL PENJUALAN

Salah satu dari hal-hal yang hebat dari surat langsung (direct mail) - biasa maupun elektronik - adalah bahwa Anda mendapatkan respon yang segera dan dapat ditindak lanjuti. Email penjualan yang berhasil, menghasilkan sejumlah pesan balik, telepon langsung, penjualan yang dapat diperhitungkan. Selama bertahun-tahun, para direct marketer telah menetapkan beberapa rumus favorit yang tampaknya berhasil. Berikut ini adalah lima rumus favorit saya.

1. Ceritakan sebuah kisah.

Perhatikan bahwa banyak dari email penjualan yang Anda terima mengikuti metode ini. Sangat sulit menahan diri untuk tidak membaca sebuah kisah orang lain yang khususnya terdengar mirip dengan situasi yang kita alami. Orang-orang menyukai kisah-kisah sukses bahkan gossip seperti acara TV “Eko nge-gosip”. Apalagi kisah tersebut memberi tahu kita caranya memperoleh kesuksesan untuk diri kita sendiri.

2. Surat dari Direktur.

Orang-orang merespek tulisan dari pemimpin perusahaan. Hal ini meminjamkan wewenang kepada pesan tersebut dan membuat pembaca merasa penting. Hal tersebut adalah sebuah cara yang bagus dalam menjual. Rumus ini juga dapat digunakan untuk memberitahu pembaca mengenai informasi di dalamnya.

3. Tawarkan sesuatu yang gratis.

Bisa jadi berupa kunjungan gratis atau diskon dari toko atau kantor Anda. Seorang dokter yang tinggal disamping jalan rumah saya menarik pasiennya dengan mengirimkan ratusan kartu pos yang menawarkan “diskon 10% untuk kunjungan pertama”. Prospek yang tertarik kepada produk atau jasa Anda akan lebih menghargai penawaran selanjutnya. Tawarkan dalam bentuk Special Report, brosur, atau booklet gratis.

4. Ajukan pertanyaan. “Apakah hari-hari Anda begitu menjengkelkan dan membuat frustasi?”

Ini adalah psikologi kuno yang bagus. Pada saat Anda mengajukan pertanyaan, pembaca terdorong untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini melibatkan pembaca secara mental ke dalam email penjualan dan penawaran Anda. Beberapa ahli mengatakan untuk mengajukan serangkaian pertanyaan yang menuntun resipien agar-agar masing-masing menjawab “ya”. Kemudian, pertanyaan terakhir yang menyuruh pembaca untuk menjawab “ya” untuk suatu transaksi atau “deal” bisnis.

5. Tunjukkan masalah yang sedang dihadapi oleh prospek.

Hal ini adalah metode promosi klasik. Perhatikan hal ini dalam pemasaran dan iklan dimanapun. Arahkan perhatian para pembaca kepada masalah, kemudian buatlah masalah tersebut tampak buruk. Sewaktu Anda telah menetapkan masalah sebagai rintangan utama dalam kehidupan pembaca, perkenalkan jasa atau produk Anda sebagai solusinya.


TULISLAH SUBJECT EMAIL UNTUK MEREBUT PERHATIAN

Kebanyakan email penjualan dimulai dengan sebuah headline yang langsung mempersembahkan poin utama. Subject bisa ditulis sedemikian rupa agar menggugah secara emosional, Juga selain itu ingat, dalam menyapa tidak cukup sekadar menulis :

Hallo . . . ,
Halo ke siapa? Agar menggigit sebutkan NAMA MEREKA, sebaliknya daripada “Hallo Teman,” atau “Hallo Para Orang Tua,” “Hallo Pencinta Bola Basket,” “Hallo Pemilik Mobil.” kedengarannya TERLALU umum, bukan? Tentu dalam hal ini Anda membutuhkan Sistem yang dapat mempersonalisasi setiap calon pembaca Anda, sebaliknya daripada “Copy & Paste”. Termasuk juga tambahan yang disebut N.B. atau P.S. pada akhir surat Anda. Studi menunjukkan bahwa kebanyakan pembaca langsung melompat ke N.B. sebelum membaca yang lainnya! N.B. harus dengan singkat mengemukakan kembali pokok utama penawaran Anda.

Akhirnya, tekankan manfaat daripada fitur. Bagaimana manfaat jasa atau produk kita meningkatkan kualitas hidup, pekerjaan, atau dompet kastemer. Manfaat dari penawaran Anda mungkin jelas bagi Anda, namun jangan serahkan pada pembaca untuk mencari tahu sendiri, tidak peduli sejelas apa tampaknya pengetahuan mereka terhadap jasa atau produk Anda. Tekankan manfaatnya. Hubungkan mereka pada fitur dari penawaran Anda. Email penjualan dapat menjadi sarana pribadi yang luar biasa untuk memperkenalkan orang-orang kepada produk, jasa, organisasi, atau ide Anda. Dengan menggunakan beberapa ide dan rumus yang telah saya sebutkan di atas, Anda dapat membuat email penjualan yang sangat emosional yang membuahkan hasil.[]


dikopipaste dari sini

Kamis, 06 Maret 2008

YANG BERKAITAN DENGAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG

Jenis-jenis Sapi Potong.
Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :




A. Sapi Bali.
Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

B. Sapi Ongole.
Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.

C. Sapi Brahman.
Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.

D. Sapi Madura.
Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.

E. Sapi Limousin.
Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik []

dikopipaste dari sini

Senin, 03 Maret 2008

Sujatno, Si Pembuat Tahu: Dulu Karyawan Kini Pengusaha


Dibuat dari kedelai, tahu mengandung protein nabati yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Bahkan, beragam menu mewajibkan kehadiran tahu: tahu thek, tahu campur, batagor, dan lain-lain. Pengin tahu gimana suka-dukanya menggeluti bisnis pebuatan tahu? Tahu, ternyata bisa pula jadi jalan seseorang dari karyawan menjadipengusaha.


Sujatno [34] warga Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menekuni usaha pembuatan tahu sejak 2001. Usaha ini dijalankan bersama istrinya, Hariani [26]. Ketrampilan membuat tahu yang dimiliki ayah Eka Minangsari [11] ini didapat ketika ia menjadi karyawan sebuah pabrik tahu.

Dengan modal Rp 3 juta Sujatno membeli sebuah mesin giling membangun bilik dari papan sebagai tempat produksi.

Proses pembuatan tahu ternyata tidak terlalu rumit. Kedelai yang bersih direndam dalam air selama 3 hingga 4 jam, lalu digiling dengan mesin. Pada saat proses penggilingan harus diberi air. Hasil gilingan itu lalu direbus sampai memdidih, diangkat dan disaring memakai kain kasa yang halus sampai yang tersisa pada saringan tersebut tinggal ampasnya saja.

Hasilnya adalah cairan putih serperti susu. Agar cairan bisa mengental haruslah diberi cuka tahu secukupnya dan didiamkan sekitar 10 menit. Setelah mengental barulah diangkat dan dimasukkan ke dalam cetakan tahu dan di-pres. Maka, jadilah tahu yang siap dijual [atau digoreng sendiri, Red].

Pemasaran

Soal pemasaran, Sujatno tak menemui kesulitan. Soalnya, ketika ia jadi karyawan di pabrik tahu milik orang lain, ia juga sekaligus menjadi tenaga penjualnya. Maka, Sujatno sudah memiliki pelanggan.

Teknik pemasaran yang selama ini dilakukan Sujatno adalah merekrut pedagang di setiap pasar untuk dijadikan pedagang tetapnya. ’’Pada awalnya untuk pemasaran memang saya pasarkan sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu dan saya coba untuk merekrut dan memberi kepercayaan pada pedagang untuk menjual tahu produksi saya ternyata itu lebih praktis dan hemat biaya,’’ katanya.

’’Saat ini saya memiliki 5 orang pedagang tetap. Dari 5 orang tersebut yang 2 orang setiap harinya mengambil sendiri ke tempat saya, dan yang 3 orang lainnya saya kirim,’’ ujarnya Jatno.

Dengan dibantu istri dan seorang karyawan, pada tahun-tahun pertama Sujatno sudah menghabiskan rata-rata 1 kuintal kedelai tiap hari. ’’Pada saat itu biaya produksinya masih kecil dan harga kedelai belum semahal sekarang,’’ katanya. Tidak mengherankan bila laba yang diperolehnya pun cukup besar. Lihatlah, baru 3 tahun menekuni usaha pembuatan tahu itu Sujatno sudah mampu membangun rumah serta membeli mobil.

Saat ini, dibantu istri dan dua orang karyawannya, dalam sehari bisa menghabiskan 2 kuintal kedelai, itu sama dengan sekitar 5.000 potong/biji tahu.

Kalkulasi

Untuk mengolah 2 kuintal kedelai menjadi tahu yang siap jual membutuhkan biaya produksi sebesar Rp 110.000, dengan rincian Rp 50.000, untuk upah kerja 2 orang karyawan, sedangkan yang Rp 20.000 untuk biaya bahan bakar mesin penggiling [solar] dan Rp 40.000 untuk kayu bakar.

Jika setiap iris tahunya dijual dengan harga Rp 200, maka akan diperoleh Rp 1.000.000. Kemudian setelah dikurangi biaya produksi dan pembelian bahan baku kedelai yang saat ini mencapai Rp 4.000/kg maka pendapatan Sujatno setiap harinya tidak kurang dari Rp 90.000.

Sujatno mengaku tak menemui hambatan dalam usahanya ini, selain persoalan harga bahan baku, kedelai yang terus naik. Soal pemasaran tidak ada masalah. Bahkan, bila tidak musim ikan dan pada bulan-bulan mengahadapi hari raya, pasar sering mengalami kekurangan pasokan. [PURWO SANTOSA]





nama pengusaha: Sujatno
umur: 34 tahun
alamat: Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur
jenis usaha: pembuatan tahu
bahan baku: kedelai
mulai: 2001
modal: Rp 3 juta
omzet: Rp 30 juta/bulan
keuntungan: Rp 2,7 juta/bulan

TKW Miskin TKW Kaya

Menik melamun di waktu luang ketika menunggu anak asuhnya les. Tiba-tiba seorang kawan (TKW juga) menyapanya. Setelah berbasa-basi, mereka segera terlibat pembicaraan santai. Biasalah, masalah uang. Lho? Masalah bukan masalah santai, ya? Hehe.


’’Sebentar lagi saya mau pulang (maksudnya ke Indonesia, Red). Saya sudah memiliki tabungan, tetapi saya tak tahu apa yang harus saya lakukan dengan uang itu. Saya akan kembali menjadi orang yang tak punya pekerjaan, di tanah air,’’ tutur Nena --begitulah Menik menyapa perempuan muda teman bicaranya itu-- setengah mengeluh.

’’Oh, bagus itu,’’ sahut Menik, ’’ memiliki tabungan adalah kabar baik. Kamu telah menabungkan gajimu, walau mungkin tidak seluruhnya, itu adalah sebuah kebijakan sekaligus kebajikan. Tabunganmu adalah asetmu. Tetapi, jika kamu bisa mengubah asetmu menjadi pendapatan pasif atau pendapatan portofolio, itu lebih cerdik lagi. Karena asetmu itu akan menjadi aset yang menghasilkan pendapatan. Atau menurut istilah Robert T Kyosaki, kau telah menjadikan uangmu bekerja untuk kamu dan bukannya kamu yang bekerja untuk uang’’ kata Menik dengan gaya ekonom yang sedang naik daun.

’’Jelasnya seperti apa?’’ Nena tampak belum begitu mudheng.

’’Pendapatan pasif adalah pendapatan yang diperoleh bahkan ketika seseorang tidak melakukan pekerjaan secara fisik. Bisnis persewaan menghasilkan pendapatan pasif. Sedangkan pendapatan portofolio adalah jika uang yang kita miliki kita investasikan dalam aset kertas (saham, obligasi, atau reksadana). Uangmu akan ’’bekerja’’ alias mendatangkan keuntungan, bahkan ketika kita sedang tidur.’’

’’Jika begitu, bagaimana kalau aku membeli rumah lalu disewakan, untuk kos-kosan, misalnya? Sementara, saya sendiri menumpang di rumah mertua?’’

’’Itu bagus. Kamu mempunyai bangunan sekaligus sumber pendapatan yang akan terus mengucur, bahkan di saat kamu sedang menganggur.’’

’’Oh, betul juga ya, Mbak? Sementara itu, daripada menganggur, saya akan menyalurkan hobi saya bercocok tanam, syukur-syukur bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari tanaman-tanaman itu.’’

’’Itu lebih bagus lagi. Dan jangan lupa, setiap kamu mendapatkan uang tunai, dari hasil panen atau dari uang sewa rumah itu, segeralah menginvestasikannya, dalam bentuk deposito, saham, obligasi, atau reksadana.’’

’’Lah, tapi, bagaimana dengan olok-olok orang, bahwa saya miskin dan hanya bisa numpang di rumah orangtua?’’

’’Mau pilih yang mana: kaya tetapi sebenarnya miskin, atau tampak miskin, tetapi untuk kemudian menjadi kaya, atau setidaknya menjadi jauh lebih aman masa depan, termasuk masa tua kamu kelak?’’

’’Ehm….!’’

’’Jika Mbak Nena beli rumah untuk ditempati sendiri, itu akan menyedot aset, membutuhkan biaya yang tidak sedikit bahkan hanya untuk merawatnya saja. Belum lagi untuk mengisinya dengan perabotan-perabotan.’’

’’Oh, iya, ya!’’

’’Sementara itu, jika uang tabunganmu itu kamu gunakan semuanya untuk modal usaha yang menuntut kamu bekerja penuh sepanjang hari, itu akan sangat melelahkan. Memang, mau bekerja terus, sampai mati kelelahan?!’’

’’So, what…??’’

’’Sebenarnya kamu telah menemukan jawabannya, kan? Apa kamu mau memilihnya atau tidak, itu kembali ke kamu juga.’’
’’Mbak, sampeyan ini…. Ehm….?’’

’’Aku akui, aku masih terbilang miskin. Karena itu aku belum punya rencana untuk segera kembali ke Indonesia. Tabunganku pasti belum sebanyak tabunganmu. Apalagi, aku juga baru saja melek finansial. Dan aku telah membagi kemelekan itu dengan kamu. Gitu loh! Hehehe…..! [ENI KUSUMA]

MENGIKUTI SELERA SENDIRI

Lain ladang lain belalang. Itu peribahasa. Dan kita pun boleh meneruskannya dengan, ’’Lain kepala lain rambut,’’ atau, ’’ Lain orang lain selera.’’ Ya, kali ini kita bicara soal selera. Ada nasihat lama berkaitan dengan selera, kurang lebih begini: ’’Jika sampeyan membuka usaha, janganlah terlalu menuruti selera sampeyan sendiri.’’ Loh, bagaimana ini? Kok kita disuruh mengabaikan dan bahkan melawan selera sendiri ini gimana se?


Jangan keburu emosi. Itu nasihat yang bijak pula, lho! Maksudnya, kalau kita suka makan soto, jangan keburu pede (baca: penuh percaya diri) buka usaha warung soto tanpa terlebih dulu memerhatikan selera orang-orang di sekitar warung yang hendak kita buka. Siapa tahu mereka lebih suka nasi pecel, gulai, atau rawon, misalnya?

Misal pula, jika kita mau buka rumah makan di Jogjakarta, jangan mentang-mentang kita doyan pedas lalu bikin menu makanan dan khususnya sambal yang pedas-pedas (terlalu pedas, apalagi!) Kok bikin sambal tidak boleh pedas, bagaimana pula ini? Bukankah sejak Zaman Batu yang namanya sambal itu sudah pedas? Nanti dulu, jangan terlalu emosional, jangan seperti orang kepedasan gitu!

Itu sih, kalau sampeyan kepengin rumah makan yang sampeyan buka banyak didatangi pembeli. Sebab kita tahu, rata-rata orang Jogjakarta doyan masakan yang menonjol rasa manisnya dan tidak doyan pedas, apalagi yang terlalu pedas. Namanya juga rata-rata, tentu ada perkecualiannya. Tetapi, apakah sampeyan akan lebih mengharapkan hanya orang-orang yang masuk dalam kelompok perkecualian itu? Bukankah jumlahnya pasti jauh lebih sedikit daripada ’’kelompok rata-rata’’ atau ’’pada umumnya’’? Itung-itungan ini pastilah menarik untuk didiskusikan.

Artinya, sampeyan dihadapkan pada pilihan, menjaring dari kelompok yang jumlahnya kecil (segmen terbatas) atau menjaring kelompok yang lebih banyak jumlahnya (segmen luas). Hukum pasar akan mengatakan bahwa membuka usaha untuk segmen luas jauh lebih menjanjikan daripada segmen terbatas. Itu prinsip dasarnya, yang tentu saja tidaklah mutlak seperti itu untuk semua kondisi.

Kita kembali ke Jogjakarta tadi. Soal buka rumah makan. Jika kemudian kita bisa menunjukkan itung-itungan yang meyakinkan, misalnya bahwa kelompok perkecualian itu angkanya ternyata cukup besar, kita tentu berpeluang untuk ’melanggar’ hukum pasar tadi. Artinya, kita punya peluang untuk membuka usaha bagi kalangan yang lebih terbatas tanpa harus kehilangan masa depan. Angka yang besar itu, misalnya, didukung oleh kenyataan bahwa Jogjakarta, selain dihuni orang-orang asli Jogjakarta, dihuni pula oleh banyak kaum pendatang: pelajar, mahasiswa, pebisnis, dari berbagai wilayah nusantara, dan bahkan banyak pula orang asing-nya.

Peluang kita untuk membuka rumah makan ’’selera pedas’’ akan semakin besar jika di antara angka pendatang itu, misalnya, yang berasal dari Jawa Timur (yang rata-rata berselera pedas) cukup menjanjikan. Ditambah lagi, makin besar lagi peluang kita, jika kita berhasil mendapatkan fakta atau kenyataan bahwa’semua’ rumah makan yang ada di Jogjakarta ber-’selera manis’.

Maka, rumah makan ’selera pedas’ kita tentu akan segera menarik perhatian, karena ngijeni (tidak ada pesaing atau kompetitornya). Yakinlah, orang-orang berselera pedas (ada pula yang menyebutnya: selera pemberani) akan berbondong-bondong mendatangi rumah makan kita.

Nah, pada saat seperti itulah kita baru boleh bilang: ’’Menuruti selera sendiri, so what gitu loh!’’ [bn]

Minggu, 02 Maret 2008

SYAIR JIWA

Cerpen Eni Kusuma W

’’Ajari aku malam pertama,’’ kataku sembari menatap wajah Arie. Pria terkasih itu. Entahlah, seperti biasa dia hanya diam membisu, tanpa reaksi. Bahkan ketika kulucuti semua pakaianku di hadapannya. Dia tersenyum. Dan batinku menangis ’’Aku sudah dewasa Arie, lihat dadaku dan lihat kemaluanku juga.’’



Kali ini pun begitu. Aku menarik-narik tangannya. Menarik-narik resleting celana jinsnya. Tapi aneh, kini dia membiarkan jemariku. Sehingga aku dengan leluasa bisa membuka dan melihat sesuatu di sana. Oh, inilah dia!

’’Aku ingin merasakannya,’’ kataku memohon.

’’Ouhh...’’ dia melenguh panjang.

’’Ajari aku...’’ aku tetap memaksa.

’’Tidak bisa, karena kau belum siap,’’ jawabnya sambil merapikan kembali celananya.

’’Aku sudah siap!’’ kataku sambil memerlihatkan tubuh telanjangku. Dia mengangkat tubuhku dan membaringkannya ke ranjang. Aku beringsut kesal dan membelakanginya. ’’Aku akan membacakan beberapa syair untukmu, Adik Manis.’’

Oh!

seekor merpati datang kepadamu
menanggung rindu
melapor kepadamu dengan hati pilu
sesuatu yang begitu kau ingin tahu
tapi tak kan kuberikan karena kau belum menjadi milikku

’’Aku sudah mau menjadi milikmu,’’ aku menjawab syairnya dengan suara agak keras.

’’Setahun lagi, setelah kau lulus,’’ sahutnya sambil mengacak-acak rambutku.

’’Gih..sekarang mandi. Abis itu kuantar kau ke sekolah dan kujemput nanti, adik manis!’’ lanjutnya.

’’Kampus, Arie! Bukan sekolah, dan aku bukan adik manis!’’ protesku.

Tapi, dengan malas kuikuti juga perintahnya. Aku bosan, tapi bukan pada Arie dan syair-syairnya.

Aku bergantung padanya. Dia yang membiayai hidupku selama ini. Ibuku yang janda itu sebelum meninggal telah menjodohkan aku dengannya. Seorang pria yang kutahu sebatang kara, dua puluh delapanan, mapan dengan gaji lumayan. Semula aku tak mau. Namun, karena merasa tak punya siapa-siapa lagi, akhirnya aku mau juga, tinggal serumah dengannya, tapi dengan kamar terpisah, di sebuah kota yang warganya seperti tak saling peduli.

Malam kembali lagi. Aku sembunyi di balik selimutku. Sungguh, kali ini aku merasakan itu. Kulihat celana dalamku basah. Apa artinya? Kuraba sejenak. Sekilas nikmat melintas. Mmmmhhhh. Aku mendesah gelisah. Aku benar-benar tersiksa. Belum pernah aku merasakan ini sebelumnya.

Aku bangkit dan berjalan ke arah kamar tidur.

’’Arie, aku tak bisa tidur malam ini.’’ Kubisikkan itu di telinganya. Kuharap dia terbangun. Tiba-tiba naluriku menyuruhku untuk meraba kemaluannya. Arie menggeliat membalikkan badannya, membelakangiku. Sepintas kudengar lenguhannya.Oh! Namun tak ada reaksi apa-apa. Aku menunduk, terisak, lalu terlelap.

aku lihat wajah-wajah itu sepintas
membuat jiwa berbinar
karena keindahan yang aku lihat

Syairnya membangunkanku. Diciumnya bibirku sekilas.

’’Tidakkah kau tahu aku menunggumu di sini?’’ tanyaku dengan nada geram.

’’Aku tahu,’’ jawabnya enteng sambil mendekapku.

’’Apakah kau tak cinta padaku sehingga kau membiarkanku tersiksa begini? Kau tak suka tubuhku?’’

wahai wajah semu merahku,
siapa yang tak ingin tubuhmu
yang hanya mau makan dari yang baik-baik
yang lebih harum dari wewangian
tentunya lebih lezat dari durian

Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Menggigit hidungku dengan mesra. Sambil membisikkan kata-kata yang tak kupahami maksudnya, ’’Aku berada dalam perjanjian dengan Rabbku.’’

Kelembutannya telah mencairkan amarahku. ’’Setahun itu lama.... Arie. Kenapa tidak sekarang saja?’’

semangat itu laksana matahari
yang menyatakan cintanya
dan purnama
yang mengukirkan huruf-huruf
dalam cahayanya
jika tiba waktunya
adakah sesuatu yang akan menghalangi kita?
bahkan Rabb pun akan tersenyum melihat kesabaran kita

’’Aku tak mau melihat matahari selain melihat sinar matamu. Aku juga tak mau rembulan menyapaku. Aku hanya ingin disapa olehmu.’’

Arie tertawa lebar tanpa suara. Dia memelukku erat-erat, seperti tak mau ia lepaskan lagi. Mungkinkah karena aku mulai bisa menjawab syair-syair indahnya? Tapi yang membuatku terpana, dia meneteskan airmata.

Setahun baru saja usai. Minggu lalu, saat aku pulang dari wisuda, ketika aku ingin memberitahukan padanya bahwa aku lulus dengan predikat sangat memuaskan, Arie pergi untuk selamanya. Aku sedih. Meraung tanpa suara. Meratap-ratap tanpa linangan airmata.

Kudengar sayup-sayup, gema syair. O, indahnya! Syair dari ayat-ayat suci yang kini mulai bisa kupahami.

kepada yang senang berjumpa dengan Rabb
maka Rabb akan lebih mencintainya

Tiba-tiba kudengar syair yang tak kutahu dari mana datangnya. Mungkin dari Arie yang kucinta. Atau dari relung hatiku yang telah tertanami jiwa Arie. Jiwa Arie Legawa, yang tak pernah lari dariku. Aku menatap langit, kulihat burung-burung melambaikan sayapnya. Arie telah banyak mengajariku.*